Mahasiswa Unpad Kampanye Jatinangor Tanpa Plastik

by -77 views

Mahasiswa Unpad Kampanye Jatinangor Tanpa Plastik

Jatinangorku.com – Jatinangor yang dipenuhi ribuan mahasiswa menjadikan kawasan ini sangat padat sampah. Berbagai macam sampah dihasilkan paling sedikit 0,5 kg sampah per orang per hari.

Sampah plastik adalah sampah terbanyak di Jatinangor dan menjadi sampah yang paling sulit terurai.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Mahasiswa Humas Angkatan 2011 Fikom Unpad mengajak seluruh mahasiswa untuk mengurangi penggunaan plastik. Ajakan ini dikampanyekan melalui sebuah acara Jatinangor Tanpa Plastik yang diselenggarakan di Bale Santika, Unpad Jatinangor, Kamis (5/6/2014).

Japlas adalah sebuah seminar yang mengupas tentang gambaran penggunaan plastik di tengah-tengah masyarakat, kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah plastik, alternatif mengurangi penggunaan plastik, dan kreasi plastik.

Materi-materi ini disampaikan oleh tiga pembicara yaitu Anilawati Nurwakhidin dari Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi, Prapti Wahyuningsih dari Sekolah Hijau Lestari dan Nita Sofiani (Miss Earth Indonesia 2013).

Sayang, pembicara ketiga ini batal hadir karena terkendala macet di jalur tol setelah harus memenuhi panggilan presiden di istana negera pada pagi harinya.

Acara ini juga dikemas dengan seminimal mungkin menghasilkan sampah. Seperti tidak menyediakan air minum dalam kemasan dan makanan yang dibungkus plastik.

“Acara ini dikemas dengan sangat memperhatikan lingkungan, kami ingin acara ini zero waste tapi paling tidak kami mengurangi adanya sampah,” kata Ahmad Munif, Ketua Pelaksana Japlas.

Ahmad mengatakan, pihaknya merasa bertanggung jawad dan harus peduli dengan Jatinangor yang penuh dengan sampah karena begitu banyaknya pendatang.

“Ada ribuan mahasiswa di Jatinangor yang selalu menghasilkan sampah, contoh kecil saja, banyak jajanan yang dikemas plastik dan hanya beberapa menit digunakan langsung dibuang. Dari perilaku tersebut, maka kami mengampanyekan Jatinangor tanpa plastik,” kata Ahmad.

Anilawati dalam pemaparan materinya menegaskan untuk segera mengurangi penggunaan plastik saat ini juga. Karena, apapun jenis plastiknya dipastikan tidak bisa didaur ulang kecuali dengan teknologi sangat tinggi dan berbiaya mahal.

“Ada botol atau kantong kresek dari toko yang menyebutkan bahwa kemasan plastik tersebut bisa dan mudah terurai atau didaur ulang, tapi faktanya plastik tersebut hanya terurai secara fisik saja yaitu menjadi potongan-potongan kecil, sementara, zat plastiknya tetap merusak lingkungan,” kata Anila.

Jadi, lanjutnya, sikap yang paling baik teta menghindari penggunaan plastik apalagi yang tidak tahan lama seperti berbagai kemasan makanan. Hanya kecuali anda sangat terpaksa, plastik boleh digunakan.

“Kalau teraksa boleh saja, yaitu ketika ada pihak-pihak tertentu yang sangat tidak bisa diajak kerja sama untuk tidak memakai plastik, misalnya penjual yang selalu memaksa kita menggunakan kantong plastik atau membeli makanan yang sudah dibungkus plastik,” tandas Anila.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/