Mahasiswa Unpad Persembahkan Inovasi Pompa Pascal-Bernoulli bagi Masyarakat Jatinangor

by -39 views

 



[Unpad.ac.id, 24/04/2012] Penerapan teknologi yang tepat dan berdaya guna bagi masyarakat menjadi sebuah hal wajib dan harus dilakukan oleh seorang akademisi. Unpad sebagai salah satu perguruan tinggi yang mencetak para akademisi dan berada di tengah-tengah masyarakat dituntut pula untuk mampu menghadapi tantangan tersebut.

Perwakilan masyarakat Jatinangor dan mahasiswa serta dosen Unpad berfoto bersama usai peresmian penggunaan pompa Pascal-Bernoulli *

Unpad tidak ingin menjadi menara gading yang memisahkan antara masyarakat dan akademisi, tentunya sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi kami juga ingin membantu permasalahan yang dihadapi masyarakat” ujar Pembantu Dekan III FMIPA, Unpad, Budi Irawan, S.Si., M.Si., ketika membuka acara Peresmian “Pompa Pascal-Bernoulli, Alternatif Pendistribusian Air yang Efisien dan Ramah Lingkungan Pada Lahan Pertanian Berterasering” di Ruang Kelas Jurusan Fisika Unpad, Jatinangor, Senin (23/4).

Alat yang diberi nama Pompa Pascal-Bernoulli ini merupakan hasil kreativitas lima orang mahasiswa Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian Unpad yang diikutsertakan pula dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Teknologi dan Rekayasa di tahun 2012. Pompa Pascal-Bernoulli mencoba menjawab kebutuhan masyarakat khususnya kelompok tani atas kebutuhan pengairan di lahan pertanian yang berterasering dengan mendistribusikan air dari bawah ke atas bukit tanpa listrik dan bahan bakar sebagai sumber tenaga pembangkit.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Fisika Unpad, Kelompok Tani Desa Cileles, Kepala Desa Cileles, dan Sekertaris Camat Jatinangor dipaparkan pula bagaimana cara kerja Pompa Pascal-Bernoulli oleh ketua tim, M. Riza Iskandar. Dari hasil pemaparan, tampak jelas bagaimana pompa yang telah dikembangkan oleh kelompok tani Desa Cileles ini mampu mendistribusikan air dari sumber air yang ada di bawah hingga ke lahan pertanian yang ada di atasnya sejauh 60 meter. Selain hal tersebut, pompa yang didominasi oleh pipa sebagai bahan pembuatnya dan hanya menelan biaya sekitar 1 Juta Rupiah ini dikatakan juga mampu menghasilkan 0,5 L debit air setiap detiknya.

M. Riza Iskandar juga mengatakan bahwa Pompa Pascal-Bernoulli yang merupakan hasil pengembangan dari pompa sebelumnya, yaitu Pompa Pascal-Hidrolik memiliki kelebihan dibandingkan alat pengangkut air sebelumnya yang pernah ada. “Alat ini efektif dan efisisen, efektif dimana alat ini dapat bekerja selama 24 jam tanpa henti dan debit air yang dikeluarkanpun lebih baik daripada pompa konvensional yang sebelumnya,” ujar mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2009 ini.

Selain pemaparan, diadakan juga sebuah bentuk kesepahaman melalui penandatanganan Surat Pengembangan Alat Mitra dan Surat Dukungan antara Tim PKM-T “Pompa Pascal-Bernoulli” dengan Ketua Kelompok Tani, Kepala Desa Cileles, dan Perwakilan dari Camat Jatinangor. Penandatanganan ini sendiri menandakan sebuah bentuk kerjasama yang akan lebih intens lagi dalam pengembangan alat tersebut di masyarakat.

Ditemui selepas acara, Budi Irawan, S.Si., M.Si., menyatakan kekagumannya atas alat yang dibuat oleh mahasiswanya tersebut. “Saya apresiasi sekali, apalagi ini bagian dari 50 proposal PKM Fakultas MIPA yang lolos didanai dari 129 proposal PKM Unpad”.

Senada dengan Budi Irawan, S.Si., M.Si., Perwakilan Kecamatan Jatinangor, Juni Sujatnika, juga menyatakan apresiasi sekaligus harapannya atas temuan-temuan baru yang terlahir di Unpad guna pertanian di Jatinangor. “Kita memerlukan teknologi dan temuan baru atas menyempitnya lahan pertanian di Jatinangor, semoga komunikasi dan koordinasi antara Unpad dan masyarakat Jatinangor Jatinangor semakin berkembang.” *

Laporan oleh: Indra Nugraha | | | eh*

 

Sumber : unpad.ac.id