Mahasiswi Unpad Asal Malaysia itu Masih Ingat Wajah Pelaku Pemerkosaan

by -19 views

Jatinangorku.com – Jajaran kepolisian melakukan pencarian dan pengejaran terhadap para pemerkosa mahasiswi kedokteran Unpad semester 2 asal Malaysia.

Polisi menduga pelakunya empat orang dan salah seorang pelaku sudah diketahui ciri-cirinya. Polisi pun sedang berupaya membuat sketsa wajah pelakunya.

“Dari keterangan korban, hanya tiga orang yang memerkosa. Seorang lagi, menyetir mobil, tetap berada di tempatnya. Korban juga menerangkan ada satu orang yang betul-betul dia lihat dan cukup diingatnya. Kami sudah bekerja sama dengan Direktorat Kriminal Jatanras Polda Jabar untuk membuat sketsa wajah untuk mendukung pengejaran pelaku,” kata AKBP Erwin Kurniawan,  Kapolres Cimahi, saat ditemui wartawan, Selasa (20/5/2014) siang.

Polisi mendapat keterangan tersebut berdasarkan penuturan korban yang diperiksa jajaran Polres Cimahi saat korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

 Saat itu kondisi korban masih terlihat syok dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.

“Karenanya, dugaan-dugaan itu terus kami dalami. Untuk dugaan perkosaan pun, kami sudah mengajukan visum et repertum ke RSHS yang hasilnya masih sama-sama kita tunngu. Dan kami akan terus mengembangkannya dengan serius,” katanya.

Menurut Erwin, penanganan kasus tersebut dilakukan PolresCimahi bekerja sama dengan Direktorat Kriminal Subdit Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Polda Jabar dan Polres Sumedang. Pasalnya, tempat kejadiannya bermula dari kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dan terungkap di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kini proses pengejaran terhadap pelaku masih terus dilakukan jajarannya.

Soal kronologi kejadian, Erwin mengatakan pihaknya baru menerima informasi tersebut setelah adanya laporan dari warga sekitar, Tata Sumitra, pada Sabtu (17/5) sekitar pukul 03.29. Saat itu, warga melaporkan ke Polsek Lembang menemukan seorang wanita dalam keadaan linglung dan bingung serta merasakan sakit di seluruh badan, terutama di bagian bawah perut.

“Berdasarkan laporan itu, polisi mulai mendapat keterangan bahwa wanita yang kondisinya bingung, depresi dengan pakaian compang-camping itu diduga sebagai korban tindak pemerkosaan. Saat itu pula polisi mencatat identitasnya dan korban merasakan pusing kepala karena sempat diberi minuman,” tutur Erwin.

Peristiwa itu sesuai dengan keterangan korban, yakni bermula saat korban akan mengambil uang di ATM dekat kosannya di kawasan Jatinangor, Sumedang. Ketika itu ada seorang laki-laki yang memanggil namanya, korban pun menoleh.

Ternyata yang memanggil orang yang tidak dia kenal, dan korban pun menjawab panggilan laki-laki itu dengan mengatakan “Saya tidak kenal kamu.”

Tapi tiba-tiba, pelaku yang memanggil nama korban itu langsung menarik korban sambil membekap mulutnya dibantu oleh tiga temannya, membawanya masuk ke mobil.

“Selama perjalanan menuju Lembang, korban diduga diperkosa oleh tiga pelaku di dalam mobil. Seorang lagi tetap menyetir mobil.

 Kemudian korban dibuang di depan Rumah Makan Grafika, Cikole, Lembang (Jalan Raya Lembang-Tangkubanparahu, Red) pada Sabtu dini hari itu,” ujar Erwin.

Ditambahkan Erwin, rencananya korban akan segera dibawa pulang ke Malaysiaoleh orang tuanya untuk menenangkan diri. Erwin mengatakan keterangan korban sudah dianggap cukup karena keterangan yang diberikan kepada jajarannya pun sudah dilakukan dibawah sumpah.

Sampai kemarin, Unit Reskrim Polsek Lembang telah memeriksa beberapa saksi, yaitu Tata Sumitra, yang menolong korban; Elly Chrisda, ibu kos korban; dan Hendro Kasmanto, dosen Unpad yang juga sebagai saksi pelapor.

Diketahui, para pelaku membawa kabur barang-barang berharga milik korban, yakni 1 unit ponsel, 1 unit tablet merek Apple, serta kalung dan gelang emas. 

Menyikapi peristiwa yang menimpa mahasiswi Unpad asal Malaysia, Kepala Humas dan UPT Unpad, Sony A Nulhaqim mengatakan, pihak Unpad sudah menyerahkan kepada kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut dan menindak pelakunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, pada saat mendengar peristiwa tersebut, tim Unpad dari LPKA langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan memberikan pendampingan kepada korban di lokasi klinik di daerah lembang.

“Dan selanjutnya bersama pihak kepolisian membawa korban untuk dilakukan perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin,” katanya melalui sambungan telepon, Selasa (20/5/2014). (ddh/dic/tif)

sumber: tribun