Mahasiswi Unpad Warga Negara Malaysia Jadi Korban Penjambretan di Kawasan Jatinangor

by -42 views

 

Berhati-hatilah terhadap tindak kriminal jika berjalan kaki pada malam hari di pinggir jalan. Seorang mahasiswi asal Malaysia sempat menjadi korban penjambretan saat berjalan kaki di pinggir Jalan Caringin, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (18/7/2016) malam.

Kapolsek Jatinangor, Kompol Cecep Tatang, melalui Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, Ipda Agus Cuncun, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30. Saat itu, korban yang bernama Anisa Diana (20), mahasiswi Fakultas Kedokteran GigiUnpad, keluar dari tempat kostnya di Bumi Kartika Asri untuk membeli makan malam di sebuah kedai di Jalan Caringin.

Saat itu Anisa tengah memegang ponsel Samsung S6 sambil berjalan. Tiba-tiba, dua lelaki yang berboncengan menggunakan sepeda motor menghampirinya dan dengan cepat orang yang diboncengnya mengambil ponsel milik Anisa, kemudian langsung memacu motornya dengan kencang.

“Anisa kemudian berteriak dan kebetulan ada warga sekitar yang menolong, termasuk sekuriti yang berjaga di portal Wisma Bumi Kartika Asri. Mereka mengejar motor tersebut lalu menendang motornya sehingga tersangka penjambretan jatuh,” katanya saat dihubungi, Selasa (19/7).

Karena ketakutan dan panik, ponsel hasil penjambretan tersebut dilemparkan tersangka ke semak-semak dengan niat untuk menghilangkan barang bukti. Namun, hal ini tidak menyurutkan niat warga untuk menangkap dua tersangka tersebut. Selanjutnya, mereka diamankan Polsek Jatinangor setelah sempat dibawa ke Mako Satbrimob Polda Jabar untuk dimintai keterangannya.

Tersangka penjambret ponsel tersebut berinisial YS (18), warga Kampung Pintu Aer, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, kesehariannya sebagai buruh serabutan. Sedangkan, tersangka pengendara motor yang membonceng YS adalah He (17), tetangga dekat YS yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA di Jatinangor.

Kapolsek menuturkan pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Yamaha X-Traid bernomor polisi D 6779 VBX yang dipakai tersangka menjambret korban dan STNK-nya. Diamankan juga sebuah dompet berisi uang 422.000.

Polisi pun mengamankan sebuah smartphone Blackberry Gemini milik tersangka dan Samsung Galaxy S6 milik korban yang sebelumnya dibuang ke semak-semak. Dua tersangka ini diamankan di Mapolsek Jatinangor untuk selanjutnya diproses sesuai hukum yang berlaku.

Para mahasiswa dan mahasiswi, atau warga Jatinagor pun, katanya, diimbau untuk tidak berjalan sendirian pada malam hari, apalagi sambil menggunakan ponselnya. Biasanya yang menjadi sasaran para penjambret adalah perempuan yang berjalan sendirian pada malam hari.

“Ada jalan yang rawan penjambretan di Jatinangor ini adalah kawasan yang sepi pada malam hari, di antaranya Jalan Caringin, Hegarmanah, dan Cibeusi. Dibandingkan daerah lainnya yang padat penduduk dan bangunan,” katanya.