Masih Ada Aparatur Negara yang Terlibat Peredaran Narkoba

by -9 views

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso atau lebih akrab disapa Buwas mengatakan, masih ada oknum aparatur negara yang terlibat dalam peredaran narkoba di Indonesia.

“Ada keterlibatan oknum aparatur negara dalam kasus ini. Datanya ada, tapi yang jelas yang terpenting adalah bagimana cara mengatasi ini,” kata dia usai memberikan ceramah umum kepada ratusan Praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Jumat (16/12/2016).

Adanya keterlibatan oknum aparatur negara tersebut, lanjut dia, perlu dibangunnya sebuah komitmen antara aparatur negara hingga para pimpinan instansi untuk memberantas peredaran narkoba. Jika sudah ditertibkan, kata dia, maka sinergitas antara Kepolisian dan TNI serta komitmen tersebut akan berjalan dengan baik.

Buwa juga meyoroti masih adanya kasus jaringan peredaran narkoba di lembaga permasyarakatan (lapas). Hal itu, kata dia, juga perlu ditertibkan. Pasalnya, masih ada oknum yang terlibat. Jika jaringan tersebut ditertibkan, maka dapat mengurangi 50 persen peredaran di Indonesia.

“Sampai saat ini, pengungkapan di Sidoarjo bahkan Kalimantan itu bahkan ada bandar narkoba yang sudah divonis mati tapi masih bisa mengedarkan dari dalam lapas” ucapnya.

Hal ini, kata Buwas, sebagai contoh masih adanya oknum sipir yang ijut terlibat memfasilitasi alat komunikasi kepada para terpidana tersebut. Padahal, di dalam lapas para terpidana tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas alat komunikasi.

“Berarti ada oknum yang memasukkan (alat komunikasi). Karena perintah presiden, tahun 2017 kami akan melakukan tidnakan yang masive. Bila perlu kami akan lakukan penyerbuan manakala sudah ada bukti dan faktanya,” kata dia