Masyarakat Harus Waspada Ayam Tiren Marak Dijual

by -96 views

Masyarakat Harus Waspada Ayam Tiren Marak Dijual

Jatinangorku.com – Masyarakat diminta waspada saat membeli daging ayam di pasaran. Tingginya harga saat ini bisa memicu maraknya peredaran daging ayam tiren (mati kemarin). 

Ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jawa Barat Banten, dan, DKI, Firman Turmantara mengatakan, saat ini harga daging ayam di pasaran sangat tinggi, mencapai Rp 35.000/kg. Kondisi tersebut menurutnya sangat memprihatinkan. Selain membuat daya beli masyarakat menurun, juga memicu pedagang untuk melakukan kecurangan dengan menjual ayam tiren. 

“Maraknya peredaran ayam tiren biasa terjadi saat harga daging ayam tinggi dan itu perlu diwaspadai,” jelasnya, Selasa (17/9). 

Menurut Firman, maraknya peredaran daging ayam tiren memang merupakan hal yang biasa terjadi saat harga daging ayam melambung tinggi. Seperti saat ini, berdasarkan pemantauan HLKI Jabar, di beberapa pasar tradisional, daging ayam tiren sudah beredar di pasaran.

“Kita sudah mendapatkan informasi mengenai maraknya peredaran daging ayam tiren dan itu harus diantisipasi pemerintah, karena daging ayam tiren sangat berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya. 

Daging ayam tiren sangat berbahaya karena mengandung boraks dan zat kimia yang bertujuan membuat daging terlihat segar. Hal ini merupakan kecurangan yang dilakukan pedagang nakal supaya daging ayam tidak pucat. Selain itu, ayam tiren pun mengandung bakteri lainnya yang juga berbahaya.

“Tentunya zat kimia dan bakteri itu sangat berbahaya, jadi masyarakat harus waspada saat membeli daging ayam,” jelasnya. 

Terkait itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Terutama jika pedagang menjualnya dengan harga yang lebih murah di bawah harga pasar. Misalnya standar harga saat ini Rp 35.000/kg, daging ayam tiren bisa dijual dengan harga Rp 25.000/kg. 

“Perhatikan juga warnanya, biasanya daging tiren tidak segar dan lebih pucat,” katanya. 

Firman prihatin dengan maraknya peredaran daging ayam tiren di pasaran. Hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kabupaten kota maupun provinsi. Padahal peredaran daging ayam tiren merupakan hal yang biasa terjadi saat harga daging ayam tinggi. 

“Kita berharap pemerintah, dalam hal ini Disperindag kabupaten kota dan provinsi segera turun ke lapangan melakukan pengawasan. Termasuk dari Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan serta instansi terkait lainnya,” katanya. 

Selain itu, pihaknya berharap pemerintah memberikan sanksi tegas pada para pedagang nakal yang menjual daging ayam tiren hingga memberikan efek jera.

Sumber : http://klik-galamedia.com