Melalui SNMPTN & SBMPTN, Unpad Terima 5.700 Calon Mahasiswa Program Sarjana Tahun Ini

by -12 views

Melalui SNMPTN & SBMPTN, Unpad Terima 5.700 Calon Mahasiswa Program Sarjana Tahun Ini

Jatinangorku.com – Pada tahun akademik 2014/2015, Unpad menerima 5.700 calon mahasiswa baru untuk program Sarjana. Sebanyak 2.696 orang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan 3.055 orang diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Kepala Biro Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Isis Ikhwansyah mengatakan, registrasi administratif untuk jalur SNMPTN telah selesai pada 17 Juni lalu. Sementara registrasi administratif untuk jalur SBMPTN akan dilakukan pada 12 – 13 Agustus 2014, setelah terlebih dahulu melakukan pengisian biodata online dan membayar biaya kuliah.

“Jika ada calon mahasiswa baru yang kesulitan registrasi sehingga melewati masa pembayaran, kita akan melihatnya per kasus. Bahkan kita sampai mengontak apakah ada kesulitan apa. Karena bagaimanapun. Seperti amanat pimpinan universitasm tidak boleh ada mahasiswa yang tidak bisa kuliah,” tutur Dr. Isis dalam acara Unpad Merespons “Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad 2014”di Saung Pak Raden Bule, Bandung, Selasa (22/07).

Unpad pun akan menggelar Open House bagi para orang tua calon mahasiswa baru jalur SNMPTN dan SBMPTN pada tanggal 14 – 15 Agustus 2014 di Unpad Kampus Jatinangor.

Adapun untuk penentuan tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT), Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, mengatakan, tarif UKT di Unpad masih didasarkan pada unit cost per tiap program studi. Penentuan tarif ini akan dibagi menjadi 5 kelompok.

Untuk kelompok I, tarif UKT yang dinominalkan sebesar 0 – Rp500.000,00. Kelompok II sebesar Rp500.000 – Rp 1 juta, kelompok III sebesar Rp 2,5 juta, serta kelompok IV dan V membayar tarif on top. Hal ini disesuaikan dengan Permendikbud No.55 tentang Biaya Kuliah Tunggal.

Prof. Engkus menjelaskan, penghasilan dan jumlah tanggungan orangtua menjadi basis penentuan tarif UKT di Unpad. Hal ini bertujuan untuk memberikan keadilan pembayaran bagi setiap calon mahasiswa.

Oleh karena itu, penghasilan dan jumlah tanggungan orang tua ini akan menentukan pembayaran tarif UKT berdarkan kelompok I hingga V. Indikator lain yang ditentukan selain penghasilan dan jumlah tanggungan adalah, jabatan kerja orang tua, dan tingkat pendidikannya.

Lebih lanjut Prof. Engkus mengatakan, untuk calon mahasiswa yang membayar tarif UKT kelompok I dan II, Unpad akan mengusulkan ke pemerintah untuk didaftarkan program Bidikmisi. Sehingga, melalui program Bidikmisi, calon mahasiswa tersebut akan dibebaskan biaya kuliah dan diberi biaya hidup dari pemerintah.

Untuk tahun ini, jumlah calon mahasiswa baru yang telah mendaftar ke Bidikmisi berjumlah 628 orang dari jalur SNMPTN, dan 334 orang dari jalur SBMPTN. Berdasarkan pemantauan, jumlah ini akan terus meningkat.

“Untuk tahun ini program Bidikmisi tidak ada kuota, semuanya bergantung pada seleksi. Dengan demikian, ini adalah satu nilai plus untuk membantu golongan ekonomi lemah,” kata Prof. Engkus.

Dalam kesempatan yang sama dibahas pula mengenai prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unpad. Ketua pelaksana PMB Unpad, Dr. Dudy Heryadi mengatakan, prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unpad sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 Agustus 2014, di Stadion Jati Padjadjaran Unpad Kampus Jatinangor. Untuk tanggal 19 Agustus akan dilaksanakan kegiatan Student Day, yakni pengenalan organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ada di Unpad.

“Terkait dengan penugasan dari panita kepada mahasiswa baru seperti: makalah, film pendek, dan benda-benda daur ulang. Ini sifatnya tidak wajib, bagi mahasiswa baru yang mampu mengerjakan saja,” ujar Dr. Dudy.

Rangkaian kegiatan PMB universitas maupun fakultas sendiri lebih mengedepankan aspek-aspek persuasif. “Kami sudah mengumpulkan pimpinan Pusat Pengembangan Kegiatan dan Kreativitas Mahasiswa (P2K2M) tiap fakultas untuk tidak melakukan tindak kekerasan pada PMB dan Warek I pun sudah membuat edarannya. Intinya, tidak ada lagi perpeloncoan dan acara tidak boleh sampai malam,” kata Dr. Dudy

Sumber : http://www.unpad.ac.id/