Meminimalisasi Kekumuhan Jalan Raya Bandung-Garut, Tertibkan PKL, Tata Drainase

by -93 views

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGOR (27/12)

Setelah sejumlah anggota dewan, LSM, ormas, Badan Perwakilan Masyarakat (BPD) dan kelompok tani dari Kec. Rancaekek dan Cileunyi menyatakan sikapnya tas kesemrawutan Jalan Raya Bandung-Garut, kini giliran anggota dewan dan LSM dari Jatinangor, Kab. Sumedang yang menyuarakan hal serupa.

Mereka mendesak Pemprov Jabar, Pemkab Bandung, dan Pemkab Sumedang segera turun tangan. Kesemrawutan di jalan nasional tersebut akibat maraknya PKL, buruknya drainase, dan kondisi Sungai Cikijing yang benar-benar buruk.

“Jika aparat membiarkannya, kita akan segera merapatkan barisan dengan puluhan LSM, tokoh masyarakat, BPD, dan sejumlah anggota dewan di wilayah timur Kab. Bandung, termasuk Sumedang Barat untuk melakukan gerakan. Sebab dikhawatirkan akan terjadi bencana besar mengingat curah hujan kian tinggi,” kata pentolan LSM Forrbeka, Sitam Rasyid kepada “GM” di Jatinangor, Rabu (26/12).

Didampingi Sekretaris Paguyuban Warga Jatinangor (KPJ), Atep Somantri, warga Jatinangor tersebut mengatakan, jika aparat peduli, tidak sulit meminimalisasi kekumuhan Jalan Raya Bandung-Garut, juga dalam menanggulangi banjir.

“Jika tanggap, berani, dan peduli, tertibkan segera PKL dan perbaiki drainase. Selain itu, keruk Sungai Cikijing. Jika ini dilakukan, insya Allah bisa meminimalisasi banjir,” katanya.

Ditertibkan

Sementara itu, Dadang Rohmawan, anggota DPRD Kab. Sumedang dari daerah pemilihan Jatinangor atau Sumedang Barat mengaku prihatin terkait banjir yang menerjang Jalan Raya Bandung-Garut, depan PT Kahatex, Kec. Jatinangor.

“Memang banyak faktor yang jadi penyebab banjir di jalan nasional tersebut. Selain drainase dan sungai, juga PKL. Mereka harus ditertibkan agar tidak mengganggu lalu lintas. Terkait penataan drainase dan normalisasi Sungai Cikijing, Pemprov Jabar harus turun tangan,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah anggota dewan, LSM, dan BPD di Kec. Rancaekek serta Cileunyi menegaskan, faktor utama kesemrawutam Jalan Raya Bandung-Garut adalah human error. Pasalnya, aparat terus membiarkan PKL, juga buruknya drainase dan Sungai Cikijing.

Sementara itu, pantauan “GM”, Rabu (26/12) sore, air yang merendam Jalan Raya Bandung-Garut depan PT Kahatex, Kec. Jatinangor telah surut. Lalu lintas terutama dari arah Rancaekek menuju Parakanmuncang pun lancar. 

“Air sudah mulai surut. Namun kita terus berada di lokasi untuk mengurai kemacetan,” kata Kasat Lantas Polres Bandung, AKP Lukman Syarif didampingi Kanit Patwal, Iptu Chevi.

sumber : klik-galamedia

Kebun Emas 486 x 60