Memperindah Jatinangor Melalui Bersih-Bersih

by -65 views

Jumat lalu (21/4/2017), Pemerintah Kecamatan Jatinangor bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (BEM Kema Unpad) melaksanakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari hari ulang tahun (HUT) Kecamatan Jatinangor yang ke-17 yang jatuh tepat pada tanggal 21 April.

Camat Jatinangor Idah Khoeriyah menuturkan, tujuan dari adanya kegiatan bersih-bersih ini untuk mempererat tali silaturahmi antarelemen yang telah disepakati dalam musyawarah bersama seluruh panitia, yang terdiri dari pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada di kecamatan. Dalam musyawarah tersebut, panitia saling memberikan gagasan masing-masing dan kemudian gagasan tesebut disaring, mana yang lebih penting untuk dilakukan terlebih dahulu.

“Kita lihat juga keadaan yang ada, karena kan bikin kegiatan harus ada biayanya juga,” ucap Idah saat ditemui di kantornya Jumat lalu (21/4/2017).

Menurutnya panitia-panitia yang terlibat mempunyai keinginan untuk mempersatukan warga dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kecamatan Jatinangor, supaya Kecamatan Jatinangor bisa menuju ke arah yang lebih baik.

Program Jumsih memang sudah ada sejak awal kepemimpinan Idah, namun belum terlaksana secara optimal. Menurut Idah, antusias masyarakat cukup baik dalam mengikuti kegiatan maupun menyusunnya. Ia memang mengharapkan adanya keterlibatan masyarakat sehingga konsep acara dibuat sesederhana mungkin agar masyarakat dapat mengikutinya. Kedepannya, Idah mengharapkan warga mempunyai kesadaran dalam melaksanakan Jumat Bersih secara rutin untuk kenyamanan dan kebersihan Jatinangor.

“Alhamdulillah cukup baik, karena mendapat dukungan dari banyak pihak semoga hingga akhir acara dapat berjalan dengan lancar,” harap Idah.

Nurkaesih, salah satu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Hegarmanah menuturkan, kegiatan bersih-bersih yang diadakan ini menyenangkan dan membuat lingkungan menjadi sehat dan indah dipandang. Hal senada juga diungkapkan oleh Satsa Sumarsa, dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PPABRI) yang mengharapkan Jatinangor menjadi kecamatan yang teladan karena kebersihannya.

“Jangan sampai (warga) membuang sampah sembarangan supaya Jatinangor tetap terjaga kebersihannya,” ucap Satsa.

Kegiatan bersih-bersih dilanjutkan dengan penanaman seribu pohon secara simbolik di sepanjang jalur sungai di Desa Mekar Galih, Hegarmanah, Sayang, dan Cikeruh. Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir saat musim penghujan dan meminimalisir erosi di sekitar jalur tersebut.

Tiap tahun HUT Jatinangor rutin dirayakan dengan tujuan agar masyarakat merasakan visi dari kecamatan itu sendiri, yaitu “hade kasohor” (harmonis, demokratis, kreatif, agamis, dan sejahtera) dan dilakukan secara berkelanjutan untuk mempererat silaturahmi dan menjalin kerja sama.

Menurut Setia Angkasa, penanggung jawab kegiatan bersih-bersih mengatakan, Departemen Sosial Masyarakat BEM Kema Unpad memiliki program kerja yang bernama HUT Jatinangor dan salah satu rangkaiannya adalah Bebersih Jatinangor. Dalam mengadakan kegiatan ini, BEM Kema Unpad membentuk kepanitiaan dan merekrut sukarelawan yang terdiri dari mahasiswa Unpad.

“BEM Unpad berkolaborasi dengan Earth Day dan pihak kecamatan dalam mengadakan kegiatan bebersih supaya tercipta sinergisasi antara mahasiswa dan masyarakat,” jelas Setia.

Hal senada diungkapkan oleh Angga Juliana, Ketua Divisi Jatinangor Kita dari Departemen Sosial Masyarakat BEM Kema Unpad, yang mengungkapkan tujuan diadakannya perayaan HUT Jatinangor adalah menumbuhkan persatuan antara warga dan mahasiswa.

“Kita inginnya ada kolaborasi antar mahasiswa dan warga. Kalo di dalam kampus kita jadi mahasiswa, tapi kalo di luar ya kita jadi masyarakat,” ucap Angga.

Namun Angga menyayangkan kurangnya antusias dari mahasiswa Unpad. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar sukarelawan yang hanya sepuluh orang.

Acara bersih-bersih tersebut dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh pidato singkat yang disampaikan oleh Camat Jatinangor Idah Khoeriyah, kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Ada empat kelompok yang berpencar membersihkan jalan raya utama Jatinangor. Setelah selesai bersih-bersih, kelompok tersebut kembali ke kantor kecamatan dan mengikuti kegiatan makan bersama.