Menag Dorong Jabar Bentuk Tim Koordinasi Khusus Tanah Wakaf

by -52 views

Menteri Agama Lukman Hakim Syariffudin menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu untuk segera membentuk tim koordinasi yang nantinya konsen mengurus percepatan penyelesaian permasalahan tanah wakaf dan fasilitas umum yang terkena dampak pembangunan jalan tol.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, usulan tersebut disampaikan kepadanya saat melakukan pertemuan khusus dengan Menag membahas sejumlah pengajuan penggantian tanah wakaf. Ia menjelaskan Menteri agama melihat banyak persoalan wakaf mengganjal saat proyek sudah berjalan.

“Pak Menteri memberi terobosan, agar kami membentuk tim koordinasi,” katanya di Bandung, Kamis (24/11/2016).

Iwa menjelaskan tim tersebut didalamnya akan berisikan Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta BPN, Provinsi dan Kantor Wilayah Agama ini akan rutin menggelar koordinasi. Iwa mengakui dalam sejumlah proyek tol seperti Soreang-Pasirkoja, Ciawi-Sukabumi, dan Cileunyi-Sumedang dan Dawuan tidak terjadi koordinasi lintas instansi yang baik.

Sehingga Menteri Lukman juga meminta agar dalam rencana pembangunan tol lain di Jabar seperti Bandung Intra Urban Tol Road, dan Cileunyi-Garut-Tasikmalaya setelah dilakukan feasibility study maka dalam details engineering design (DED) sudah menginventarisir titik-titik tanah wakaf dan fasum yang akan dibebaskan.

“Jadi nanti penuntasan rekomendasi akan cepat, karena sudah dipersiapkan sejak awal,” tuturnya.

Selain itu, terkait rekomendasi Direktur Wakaf Kementerian Agama untuk pelepasan wakaf di Cisumdawu, Soroja dan Bocimi, Iwa memastikan akan dituntaskan dalam dua pekan ini. Untuk Cisumdawu, ternyata ada persyaratan yang harus dipenuhi tim Satuan Kerja Cisumdawu.

“Ada peta bidang yang harus diselesaikan BPN dan tanah yang belum disertifikasi,” ujarnya.

Ia menilai dua hal tersebut harus segera dipenuhi Satker pengadaan tanah dan konstruksi Cisumdawu dan akan diselesaikan dalam pekan ini. Khusus Cisumdawu, Menag memastikan jika syarat tuntas maka Desember di lapangan sudah bisa konstruksi.

“Pak Menteri sudah memastikan akan memberikan rekomendasi,” tuturnya.

Sementara untuk Tol Soroja, ada sejumlah perbaikan persyaratan yang tengah dikoordinasikan Kanwil Agama Jabar. Iwa mengakui saat ini di lapangan masih ada hambatan terutama terkait pembebasan lahan tiga masjid (tanah wakaf) yang berada di lokasi pembangunan Tol Soroja yang masih belum selesai. Menurut dia, jika hingga Desember 2016 pembangunan Tol Soroja tidak tuntas maka alternatif target bisa selesai pada Februari 2017.‎

Sedangkan untuk Tol Bocimi, ada perbaikan yang harus kembali dirunut sejak Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kanwil Agama di Bogor.

“Jadi untuk dua tol tersebut pekan depan syarat-syarat pelepasan harus sudah selesai,” katanya.

Ia pun menuturkan pertemuan dengan Menag memberikan hasil dan pelajaran yang sangat signifikan. Ia mengklaim, penuntasan tanah wakaf memang membelit tiga proyek jalan tol yang saat ini sedang berjalan karena rata-rata berada di titik strategis.

“Dengan hasil pertemuan tersebut, kami akan makin mempercepat koordinasi,” pungkasnya