Mengenal Jembatan Cincin dan Menara Loji, Dua Bangunan Bersejarah di Jatinangor

by
Mengenal Jembatan Cincin dan Menara Loji, Dua Bangunan Bersejarah di Jatinangor
Mengenal Jembatan Cincin dan Menara Loji, Dua Bangunan Bersejarah di Jatinangor

LAMA sebelum menjadi kawasan pendidikan, Jatinangor awalnya adalah perkebunan teh dan karet. Namun, sisa-sisa perkebunan tersebut sekarang tersapu masifnya pembangunan. Hanya ada beberapa bangunan peninggalannya zaman Hindia Belanda yang masih tersisa.

Menurut Dosen Sejarah Unpad Widyo Nugrahanto, Jatinangor dahulu merupakan bekas perkebunan Cultuur Ondernemingen van Maatschappij Baud yang berdiri pada 1841. Perkebunan itu dimiliki tuan tanah bernama Baron W.A. Baud.

Berbagai keperluan yang menunjang aktivitas perkebunan lalu dibangun. Berikut ini dua bangunan peninggalannya zaman Hindia Belanda yang masih tersisa di Jatinangor.

Menara Loji

Menara Loji yang sekarang menjadi Taman Loji berada di kawasan Institut Teknologi Bandung Jatinangor (dulunya Universitas Winaya Mukti).

Menara tersebut berfungsi sebagai lonceng untuk memberi tanda bagi para pekerja di perkebunan. Menara Loji masih berdiri kokoh, tetapi loncengnya sudah hilang karena diduga dicuri.

TAMAN Loji di <a href=Jatinangor/YASIR ABDI THOYIB”>

Bila ingin melihat Menara Loji, dari Jalan Raya Jatinangor, berbeloklah ke Bumi Perkemahan Kiara Payung. Tidak ada pungutan biaya untuk memasukinya. Lokasinya yang tepat di pinggir jalan raya akan memudahkan pengunjung melihatnya.

Jembatan Cincin

Jembatan Cincin dibangun perusahaan kereta api Belanda Staat Spoorwagen Verenidge Spoorwegbedrijf pada 1918 untuk memudahkan pengangkutan hasil perkebunan. Jembatan Cincin menghubungkan Tanjungsari dengan Rancaekek.

JEMBATAN Cincin di <a href=Jatinangor/YASIR ABDI THOYIB”>

Penduduk sekitar perkebunan Jatinangor dan Tanjungsari dahulunya menyebut Jembatan Kereta Api si Gobar. Si Gobar adalah nama julukan kereta api yang kerap melewati rel kereta api tersebut.

Saat ini, Jembatan Cincin menjadi jalan umum masyarakat sekitar. Pada masa penjajahan Jepang, rel kereta api diambil untuk dijadikan persenjataan guna keperluan perang. Akibatnya, jalur kereta api Rancaekek hingga Tanjungsari sudah tidak dapat digunakan lagi sampai sekarang.

Bila ingin pergi ke Jembatan Cincin, dari Jalan Raya Jatinangor, belokkankendaraan ke Jalan Cikuda. Jembatan Cincin terletak dekat kampus Unpad, dan tidak jauh dari Apartemen Taman Melati. (Yasir Abdi Thoyib)***

sumber: pikiran-rakyat