Menjelang Idul Adha Diperkirakan Naik Harga Kepokmas Fluktuatif

by -32 views

Jatinangorku.com – Menjelang Iduladha harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Cibeusi dan Pasar Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Sumedang mengalami fluktuasi. Di satu sisi ada komoditas yang hargnya naik, tetapi di sisi lainnya ada yang justru turun.

Dari pantauan “GM” di Pasar Cibeusi dan Pasar Hegarmanah, harga kacang tanah yang semula Rp 18 ribu/kilogram naik menjadi Rp 20 ribu/kilogram.

“Mi instan juga naik. Awalnya Rp 1.500/ bungkus menjadi Rp 1.800/bungkus. Tapi ada juga sih yang turun, kayak minyak goreng yang semula Rp 12.000/kilogram turun menjadi Rp 10.500, ” kata Titin (45), pedagang di Pasar Cibeusi kepada “GM”, Kamis (28/8).

Sementara untuk di Pasar Hegarmanah hingga saat ini kebutuhan bahan pokok masih terbilang stabil. Walaupun ada kenaikan tetapi berimbang dengan penurunan harga bahan pokok lainnya.

“Sampai saat belum ada kenaikan yang berlebihan, tapi belum tahu nanti. Seminggu menjelang Iduladha, ada kemungkinan naik,” ujar Cecep (38), pedagang di Pasar Hegarmanah.

Hal senada dikatakan pedagang lainnya, Ema (34), yang menjual daging ayam dan daging sapi. Menurutnya, harga daging belum naik. Pemasok daging, menurut Cecep, masih memberi harga normal.

“Siatuasi belum ramai, konsumen masih biasa-biasa saja. Mungkin ada dampaknya dari kelangkaan BBM. Saat ini harga daging potong masih standar, daging ayam Rp 30.000/kilogram dan daging sapi Rp 70.000/kilogram,” terang Ema.

Lonjakan harga terjadi pada cabai rawit domba. Bahkan sejumlah pedagang di Pasar Cibeusi memprediksi harga cabai rawit akan terus membubung tinggi hingga Rp 60 ribu/kilogram.

“Biasanya menjelang hari raya bukan hanya harga cabai yang naik, sayuran lain pun biasa ikut naik,” katanya.

Dikatakan Ahmad, harga cabai rawit saat ini Rp 36 ribu/kilogram, sebelumnya Rp 20 ribu. “Sudah sekitar tiga hari lalu harga cengek domba naik,” menurut Ahmad (38), pedagang sayuran.

Ia mengatakan, tahun-tahun sebelumnya harga cabai rawit bisa mencapai Rp 80 ribu. Namun Ahmad berharap tahun ini kenaikannya tidak begitu besar.

Menurutnya setiap mejelang hari raya, harga sayuran, terutama cabai rawit melonjak sangat tinggi akibat pemasok memberikan harga tinggi. Selain itu, pasokan berkurang sedangkan permintaan meningkat.

“Biasanya menjelang Iduladha atau hari besar lainnya cabai rawit disimpan dulu sehingga harganya semakin mahal,” jelasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/