Menpora Sudah Agendakan Bertemu PSSI

by -25 views

Jatinangorku.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama dengan PSSI dalam waktu dekat guna menuntaskan persoalan sepak bola nasional.

Agenda pertemuan Menpora dan PSSI ini muncul setelah Imam menggelar rapat kerja dengan Komisi X DPR RI. Komisi X juga mendesak agar pertemuan tersebut segera terselenggara paling lambat sebelum 23 Juni.

“Insya Allah, jadwal sudah terencana tapi kami akan mencari kesempatan itu, karena itu jadi rekomendasi. (Waktunya) belum,” kata Imam di Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (12/6/2015).

Dalam pertemuan tersebut Imam sangat menginginkan agar FIFA bisa turut hadir guna memantau langsung upaya penyelesaian masalah sepak bola Indonesia dari kedua belah pihak.

Dia merasa berkewajiban mengurusi sepak bola sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Apalagi Menpora juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah.

“Saya rasa FIFA harus datang dan mendengarkan pemerintah, bagaimana pun pemerintah pasti punya perhatian karena bukan semata-mata hanya sarana dan prasarana,” cetusnya.

Menpora menambahkan, dirinya juga sekaligus ingin memantau PSSI untuk benar-benar menaati aturan FIFA sebagai federasi sepak bola dunia.

“Kita ingin mendorong sanksi FIFA itu harus betul-betul dilaksanakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Imam juga kembali menegaskan penyelenggaraan Piala Presiden akan tetap digulirkan. Hanya saja waktunya diundur setelah bulan Ramadan, tepatnya pada 2 Agustus 2015. Dia mengklaim ada pihak yang tidak setuju turnamen dilaksanakan sebelum Ramadan.

“Yang pasti kami sudah mendorong agar kompetisi atau turnamen segera berlangsung, tapi saya mendengar bahwa ada pihak-pihak yang tidak setuju turnamen ini dilaksanakan sebelum Ramadan karena khawatir kehilangan muka atau kehilangan prestise dan sebagainya,” terangnya.

Imam juga menduga ada hasutan dari pihak luar yang ‘menakut-nakuti’ klub di Indonesia agar tidak mengikuti turnamen buatannya. Padahal, dia sudah menjalin komunikasi bersama beberapa operator penyelenggara untuk pelaksanaan Piala Presiden ini.

“Saya berharap kepada pihak-pihak yang ingin menghadang kompetisi ini saya minta untuk berhenti, jangan nakut-nakutin operator dan klub untuk tidak ikut dalam turnamen ini,” jelasnya.

Menurut Imam, sekarang ini pihaknya harus secepatnya menggelar kompetisi dan menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Oleh karenanya, dia berharap Piala Presiden ini bisa segera terlaksana.

“Kita harus laksanakan karena banyak klub di daerah yang masih perlu sentuhan kita, dan saya kira suporter harus kita berikan kesempatan untuk menyaksikan klub kesayangannya bermain,” ungkap dia.

Imam juga menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara turnamen U-14 dan U-16, Garuda Indonesia Cup International 2015. Dia menyebutkan FIFA bisa memberikan toleransi untuk pelaksanaan turnamen pembinaan usia dini.

Sebelumnya, dalam surat sanksi FIFA ditegaskan tim asal Indonesia dilarang mengikuti kegiatan bertaraf internasional, termasuk menggelar pertandingan internasional, terkecuali bagi Timnas U-23 yang berlaga di Sea Games.

Sementara dalam penyelenggaraan Garuda Indonesia Cup International 2015 melibatkan kontestan dari Malaysia dan Singapura.

“Saya kira masih ada toleransi dalam rangka pembibitan, pembinaan dan lebih dari itu persaudaraan antar negara,” pungkasnya.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/