Menpora Tunggu Laporan Kick Off Liga 1

by -20 views

Pelaksanaan kick off kompetisi sepak bola profesional Indonesia, Liga 1 hingga saat ini masih belum jelas. Padahal tanggal rencana pelaksanaan kick off, 10 Maret 2018 sudah semakin dekat.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pun turut mengingatkan agar janji PSSI untuk bisa menggelar kompetisi Liga 1 sesuai jadwal harus dilakukan.  Pihaknya pun mengaku juga masih menunggu laporan lebih lanjut terkait kick off ini dari PSSI. 

“Saya memang diingatkan oleh pelatih PSM, bahwa pemerintah tidak boleh ikut campur karena takut disanksi FIFA lagi dan itu tentu jadi peringatakan yang bagus. Tapi bagaimana pun animo publik tetap harus jadi perhatian pemerintah. Bahwa pelaksanaan Liga 1 harus berjalan sesuai jadwal. Saya sendiri masih menunggu laporan lebih lanjut, kira-kita tanggal pasti kick offtanggal berapa,” katanya kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke RSUD Sorengan, Kab. Bandung menengok pedayung nasional Dewi Yuliawati yang tersengat listrik pada saat latihan pelatnas, Selasa, 27 Februari 2018 malam.

Menurutnya, permintaan tersebut sudah sesuai dengan beberapa kesepakatan yang dilakukan pihaknya dengan PSSI pada saat pertemuan di Kemenpora beberapa waktu lalu. Dimana ada tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah. 

“Pertama, tanggal kick off harus segera dilaporkan. Kedua, regulasi tidak boleh berubah lagi ditengah jalan. Dan ketiga, utang-utang kepada klub harus sudah dibayarkan sebelum kick off. Komitmen itu yang kami tunggu dari PSSI,” ungkapnya. 

Soal wasit perlu diperbaiki

Berkaca dari kompetisi musim lalu, Imam menilai jika masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki di penyelenggaraan kompetisi musim ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah soal wasit. 

“Tentu harus ada perbaikan. Karena melihat dari musim lalu, yang harus diperbaiki adalah kepanitiaan, dimana operator harus lebih profesional. Tidak lagi memberikan beban kepada klub, karena klub harus menyelesaikan dengan anggarannya. Lalu yang terpenting, tentu soal wasit sebagai pengadil di lapangan. Harus betul-betul dicari yang baik, tidak berpihak, dan berani mengambil keputusan. Sudah tidak usah lagi menggunakan wasit asing, gunakan wasit lokal saja tapi yang memiliki integritas tinggi,” tegas Imam. 

Kendati masih banyak kekurangan, namun Imam sendiri mengaku ada juga beberapa hal yang saat ini dinilainya sudah mulai ada perbaiki yakni terkait masalah suporter. Persaingan atau pertikaian antar suporter di level akar rumput dilihatnya sudah semakin berkurang. 

“Tapi dibalik kekurangan tersebut, saya bersyukur suporter kini sudah lebih dewasa. Saat ini mereka lebih keliatan rukun, ini suasanya yang menyenangkan dan yang kita harapkan tentunya. Semoga terus terjaga seperti ini,” imbuhnya menambahkan

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com