Menteri PU: Kawasan Pendidikan Jatinangor dalam Kondisi Darurat

by -192 views


Kondisi darurat apa yang dihadapi kawasan pendidikan di Jabar itu?

VIVAnews –¬†Perkembangan Jatinangor, sebuah kabupaten di daerah perbatasan antara Bandung dan Sumedang sebagai pusat pendirikan dari empat perguruan tinggi, mulai mengkhawatirkan. Bahkan Jatinangor dianggap telah masuk tahap darurat untuk proses penataan yang baik sebelum banyak muncul daerah-daerah kumuh.

Penilaian itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, usai peresmian Rumah Susun Sewa untuk asrama mahasiswa di Kampus ITB, Jatinangor, Sumedang, Kamis, 30 Agustus 2012. “Jangan sampai Jatinangor terlambat ditangani dan menjadi tidak bisa ditangani lagi,” kata dia.

Djoko menilai, kebutuhan mahasiswa yang cukup besar seringkali direspons pasar dengan tata kelola pemukiman yang seenaknya. Kondisi ini makin parah jika pemerintah tidak tanggap dengan perkembangan tersebut. “Akibatnya nanti akan semakin banyak daerah-daerah kumuh,” ujar dia.

Untuk diketahui, di kawasan Jatinangor telah berdiri empat kampus perguruan tinggi yaitu Universitas Padjadjaran, Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), Institut Teknologi Bandung, dan Institut Koperasi Indonesia. Keempat kampus ini berpotensi besar menciptakan pemukiman yang mengarah pada kondisi semrawut. “Jangan sampai kawasan pendidikan ini terganggu dengan keadaan lingkungan sekitar yang kumuh dan berantakan,” kata Djoko.

Pada akhirnya, lanjutnya, penataan ruang wilayah yang kurang baik, secara langsung maupun tidak akan sangat berpengaruh atas beban belajar para mahasiswa yang tinggal di kawasan tersebut.

Pada pembangunan Rusunawa bagi mahasiswa ITB ini, Kementerian Pekerjaan Umum menggelontorkan anggaran sebesar Rp24 miliar. Dana itu disiapkan untuk dua dari empat blok gedung yang akan dibangun pemerintah.

Direktur Pengembangan Pemukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU,  Amwazi Idrus menjelaskan, dana tersebut berasal dari APBN tahun 2010-2011. Pada pembangunan tahap kedua, Kementerian PU kembali akan menggelontorkan anggaran Rp26,5 miliar.

Pembangunan kedua Rusunawa ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya yang rencananya akan selesai seluruhnya pada Juni 2013.

Selain anggaran pembangunan Rusunawa, pemerintah juga mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp3,7 miliar untuk membangun amphitheater dan ruang terbuka hijau. “Pengerjaannya sendiri dilakukan oleh PT Taman Glora Intan Perkasa,” kata Azmawi.

sumber : vivanews