Meriahnya Malam Anugerah Guru Inspiratif Jabar 2017

by -27 views
Sebanyak 27 nominator Een Sukaesih Award (ESA) 2017, hadir dalam malam anugrah guru inspiratif Jawa Barat Een Sukaesih Award 2017 di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, pada Rabu (29/11/2017).
 
Acara dimulai pukul 19.30 WIB, dibuka oleh penampilan tari jaipongan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) YPLB, Kabupaten Majalengka. Sembari dipandu oleh sang guru Sri Aminah, anak-anak yang memiliki bakat yang luar biasa ini, tampak semangat, seolah mereka ingin membuktikan, bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) ini pun bisa dan mampu.
 
Penampilan yang tak lebih dari 15 menit ini, selanjutnya anak-anak tuna rungu ini menyampaikan rasa terima kasihnya, bahwa mereka telah diberi kesempatan untuk tampil. Sambutan tepuk tangan pun menggema di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung.
 
Tak lama berselang, di panggung utama dilanjutkan dengan tari topeng samba Cirebon oleh Ananda Hilda Nadila Siswa tuna rungu kelas 10 SLB Bina Karya, Cirebon.
 
Memasuki pukul 20.00 WIB, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan tiba di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung. Beliau di dampingi sang istri Nety Heryawan. Kedatangan orang nomor satu di Jabar ini disambut baik oleh seluruh nominator dan beberapa tamu undangan yang hadir.
 
Dalam sambutannya, Pimpinan INILAH KORAN, Gilang Mahesa mengatakan, kegiatan anugrah guru inspiratif ini kali kedua yang digelar oleh INILAH KORAN. Kegiatan ini lanjut dia, lahir dari sebuah pemikiran penghormatan kepada Een Sukaesih.
 
“Di acara ini kami mencari tenaga pendidik dari lima kategori. Alhamdulillah tahun ini banyak dibantu oleh Disdik Jabar, sehingga prosesnya jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” paparnya.
 
Menurutnya, seorang tenaga pendidik tetaplah diperlukan sampai kapanpun. Tenaga pendidik lanjut dia, bisa membentuk hati setiap orang, dan itu tidak diciptakan oleh mesin.
 
“Mudah-mudahan ke depan, kegiatan ini bisa menjadi salah satu cara dari banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun nilai-nilai yang baik, sehingga memiliki karakter yang luar biasa,” imbuhnya.
 
Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, apresiasi tinggi kepada INILAH KORAN yang sudah mengambil inisiatif kepada nilai-nilai pendidikan, nilai rohani, kejujuran, kasih sayang yang dikembangkan oleh Een Sukaesih dan dipelihara oleh peserta didiknya dan INILAH KORAN mampu menangkapnya dalam acara ESA 2017 ini.
 
“Meskipun zaman sekarang teknologi sudah maju, guru mutlak diperlukan, pendidikan adalah proses pembelajaran. Pendidikan itu transfer skill,” ucapnya.
 
Menurutnya, sampai kapanpun guru tetap diperlukan. Dirinya mengapresiasi kepada seluruh nomine dan melalui acara ESA 2017 ini, diharapkan guru-guru tersebut bisa menginspirasi guru lainnya yang ada di Jabar.
 
“Guru-guru yang ada di sini memberikan inspiratif, khususnya bagi waega Jabar. Jika ada manusia yang kita hormati, salah satunya adalah guru. Semua punya skil, karena jasa-jasa guru,” pungkasnya.
 
Beberapa pemenang ESA 2017 dari lima kategori adalah, kategori TK, Nenden Marliah dari PAUD Ummi, Kabupaten Garut,
 
Kategori TK, RA, TKLB, Lia Yulianingrum, dari TK A Plus Al-Lukman, Kabupaten Majalengka.
 
Kategori SD, MI, SDLB, H Ristato Dayanto Kobasah, dari SDN Dewi Sartika, Kota Sukabumi.
 
Kategori SMP, MTs, SMPLB, Mardiah dari SMP Negeri 3 Padalarang.
 
Karegori SMA, SMK, MA, SMALB, Endang Yuli Purwati, SMAN 4 Kota Bandung.