Mimpi SBY yang Jadi Kenyataan

by -98 views

Mimpi SBY yang Jadi Kenyataan

Jatinangorku.com – “Alhamdulillah setelah sembilan tahun, akhirnya the dreams comes true (mimpi itu
menjadi kenyataan).”

Demikian kalimat yang meluncur dari mulut Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhayono ketika
menjejakkan kakinya di taman nasional komodo (TNK) di Pulau Komodo, Manggarai Barat, Jumat (13/9/2013) siang.

Kalimat ini diucapkan RI 1 sambil tersenyum lebar kepada para petugas yang telah menunggunya sesaat setelah turun
dari KRI Beladau. SBY saat itu didampingi ibu negara, Any Yudhayono, salah satu putranya, Ibas Yudhayono, beberapa
menteri kabinet indonesia bersatu jilid II, anggota DPR RI, Beny K Harman, anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto.
Sementara itu, mantan wakil presiden RI yang juga ketua dewan pembina Yayasan Komodo Kita, Jusuf Kalla dan
beberapa duta besar negara asing telah menunggu di tempat acara penobatan komodo sebagai satu dari tujuh keajaiban
dunia (new 7 wonders of nature).

Kedatangan presiden ke Pulau Komodo ini untuk menyaksikan inagurasi atau penobatan komodo sebagai salah satu dari
tujuh keajaiban dunia yang dirangkai dalam acara puncak sail komodo 2013. Acara penobatan ini juga diselip dengan
ataraksi komodo menyantap mangsa dan juga penanaman pohon secara simbolis.

Acama penobatan diawali pemaparan singkat dari Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan dan selanjutnya oleh Jusuf Kalla
selaku ketua dewan pembina yayasan komodo kita.

Menhut dalam pemaparannya menyampaikan, kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara mengalami peningkatan
dari tahun ke tahun. Pemerintah terus membangun kemitraan dengan Unesco, yayasan 7 wonders of nature, swiss
contact.

“Komodo di pulau ini terdata secara baik dan saat ini berjumlah sekitar 5.000 ekor,” jelasnya.

Jusuf Kalla dalam penyampaiannya memberi apresiasi kepada seluruh masyarakat Indonesia termasuk dukungan dari
mitra di luar negeri yang telah memberikan dukungan sehingga Komodo bisa masuk dalam tujuh keajaiban dunia.

Kepada masyarakat NTT khususnya di Manggarai Barat agar menjadikan komodo sebagai aset yang tidak ternilai yang
patut dijaga dan dilestarikan.

“Komodo tidak tahu kalau dia menang. Tapi yang penting adalah bagaimana manfaatnya bagi masyarakat di Pulau
Komodo,” katanya.

Dia meminta agar perlu dilakukan upaya penyiapan mental warga yang ada di Labuan Bajo untuk selalu ramah dan siap
menyambut wisatawan.

“Orang NTT baik dan ramah tapi perlu banyak tersenyum,” katanya disambut tawa hadirin.

Setelah Jusuf Kalla menyampaikan sambutannya, dilanjutkan dengan penarikan selubung prasasti penobatan komodo
sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia disaksikan presiden, duta besar negara asing, gubernur NTT, para menteri
dan ratusan warga yang hadir.

Kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon kapuk hutan oleh presiden lalu memantau pameran produk komodo di
tempat itu dan kembali ke Labuan Bajo.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/