Minim Data, Polisi Kesulitan Kejar Pembeli Bayi

by -29 views

Minim Data, Polisi Kesulitan Kejar Pembeli Bayi

Jatinangorku.com – Polisi masih kesulitan mengungkap keberadaan ibu bayi dan pembeli bayi dari bidan TM (54). Hal ini berkenaan dengan minimnya data yang bisa diperoleh penyidik dari tersangka.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul menuturkan, saat ini penyidik Subdit IV Renakta Dit Reskrim Um Polda Jabar masih mendalami catatan-catatan yang ada. Penyidik juga masih melontarkan sejumlah pertanyaan pada tersangka agar yang bersangkutan terbuka terkait ke mana saja bayi dijual dan siapa yang membelinya.

“Datanya masih minim dan menyulitkan penyidik untuk mencari keberadaan ibu bayi atau pelaku yang membeli bayi,” tutur Martinus di Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta, Senin (23/9).

Disinggung minimnya data karena tersangka kurang kooperatif, Martinus menuturkan, dalam pemeriksaan tersangka sudah menyampaikan apa yang diketahui, disaksikan, dan dilakukan. Namun dalam hal ini masih ada kekurangan dan tersangka tidak ingat pencatatannya.

“Yang dicatat hanya nama. Tapi alamat tidak jelas, di mana RT atau RW-nya, juga nomor rumahnya. Tidak jelas. Yang bersangkutan juga sulit mengingatnya,” paparnya.

Penyidik, tambahnya, masih mendalami kemungkinan catatan lainnya yang tercecer atau masih tersimpan di rumah tersangka. Demikian juga dengan masalah aborsi, penyidik masih mendalami meski tersangka sudah mengakuinya.

“Tapi, katanya aborsi itu dilakukan karena alasan medis. Jadi janin bermasalah dalam kandungan. Catatan tersangka sih dua kali melakukan aborsi. Tapi kita tidak percaya begitu saja. Kita juga sudah melakukan penggalian, tapi tidak kami temukan kerangka bayi di sekitar rumah tersangka,” ungkap Martinus.

Ditanya apakah ada keterlibatan orang lain dalam praktik aborsi atau penjualan bayi, Martinus menuturkan, tersangka mengaku hanya melakukan aksinya seorang diri. Namun pendalaman masih tetap dilakukan penyidik.

“Sejauh ini kami juga sudah memeriksa delapan saksi, termasuk dari organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bandung. Kita tanyakan ke IBI perihal praktik, izin, dan lainnya. Karena ini sangat penting,” tandasnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/