Minta Angkutan Lewat Cadas Pangeran Dibatasi DPRD Sumedang Surati Gubernur

by -22 views

Minta Angkutan Lewat Cadas Pangeran Dibatasi DPRD Sumedang Surati Gubernur

Jatinangorku.com – Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kab. Sumedang, Yaya Widarya melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, agar menegakkan Pergub (Peraturan Gubernur) Nomor 22 Tahun 2010 tentang Pengendalian Lalu Lintas Angkutan Barang yang melintas di Jln. Cadas Pengeran.

“Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, pemberlakuan Pergub Nomor 22 belum berjalan secara optimal. Faktanya, hingga saat ini, sejumlah kendaraan angkutan barang yang melebihi kapasitas yang diperbolehkan, masih dengan leluasa melintas di Jalan Cadas Pangeran,” kata Yaya kepada “GM”, Kamis (10/7).

Atas kondisi itu, pihaknya mengaku prihatin. Sebab lalu lintas angkutan barang yang melebihi kapasitas yang diperbolehkan, tidak hanya mengancam keberadaan Jln. Cadas Pangeran, tetapi juga mempercepat kerusakan badan jalan, khususnya mulai wilayah Kec. Tomo-Jatinangor.

Puncaknya, kerusakan jalan nasional di wilayah Sumedang yang terlintasi angkutan barang, memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat. Mereka berulang kali mendesak kepada Pemkab Sumedang melalui DPRD, agar pengendalian lalu lintas angkutan barang yang melintas di Jln. Cadas Pangeran, dilakukan dengan sepenuh hati. “Kita sering kedatangan berbagai elemen masyarakat yang intinya mendesak supaya pengendalian angkutan barang dilakukan secara optimal. Khususnya guna menyelamatkan keberadaan Jalan Cadas Pangeran,” ujarnya.

Untuk menyikapi aspirasi yang terus mengalir ke DPRD, maka pihaknya melayangkan surat ke Gubernur Jawa Barat. Surat itu dibuat pada 2 Juli kemarin. “Kami ingin Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan dapat menjalankan Pergub Nomor 22. Sehingga pengendalian lalu lintas angkutan barang yang melintas di ruas Jln. Tomo-Jatinangor dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian, insya Allah, jika pergub itu dilaksanakan, maka kondisi jalan akan terpelihara dengan baik dan umurnya bisa panjang, sekaligus menyelamatkan keberadaan Jalan Cadas Pangeran,” ujarnya.

Ditambahkannya, keinginan untuk menyelamatkan keberadaan Jalan Cadas Pangeran sangatlah beralasan bagi masyarakat Sumedang. Pasalnya, jalan tersebut, memiliki nilai historis yang menunjukkan heroisme masyarakat Sumedang pada masa itu, dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.

“Cadas Pangeran memiliki nilai historis dan menjadi kebanggaan masyarakat. Oleh sebab itu, sangat beralasan jika keberadaan Jln. Cadas Pangeran harus dipertahankan. Cara yang dapat dilakukan di antaranya melalui pembatasan atau pengendalian lalu lintas barang yang melintas di jalan tersebut,” tegasnya.

Masih rawan

Sementara itu, jalan alternatif yang biasa dipergunakan saat arus mudik di kawasan Subang, seperti jalur tengah tembus ke jalur alternatif Cikamurang, serta jalan ke arah Bandung atau jalur selatan masih minim penerangan jalan umum (PJU).

“Kebetulan saya sering melintas jalur alternatif Cikamurang bila akan pulang ke Majalengka dan ternyata masih minim lampu penerangan jalan, padahal jalur ini merupakan alternatif utama dari arah Purwakarta yang hendak ke Cirebon atau Jawa Tengah,” kata Jenal saat bertemu di tempat pengisian bahan bakar di Cinangsi, Cibogo, Subang, Kamis (10/7).

Kapolres Subang, AKBP Chiko Ardwiatto sendiri mengakui kalau di wilayah kerjanya terutama jalaur jalan yang akan dijadikan arus mudik masih minim lampu penerangan jalan sehingga rawan terjadi kecelakaan terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

Kepala Distarkimsih Kab. Subang melalui Kabid Pembangunan, Ferry Apiat yang dihubungi secara terpisah, membenarkan pihaknya dalam waktu dekat akan memperbaiki kerusakan PJU, terutama yang ada di jalur pusat perkotaan dan mudik Lebaran.

“Kita akan secepatnya memperbaikinya. Di jalan provinsi dan negara pun sudah dikoordinasikan,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/