Minta Kepastian Bekerja, Buruh Luhantex Kembali Demo

by -191 views

Minta Kepastian Bekerja, Buruh Luhantex Kembali Demo

Jatinangorku.com – Ratusan buruh pabrik pembuat kain gorden, PT Luhantex di Jalan Raya Solokanjeruk, Kp. Sasak Eri, Desa./Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung, Selasa (3/9) pukul 09.00 WIB WIB kembali berunjuk rasa di depan perusahaan tersebut. Mereka kembali meminta kepastian kerja.

Sejak 29 Juli lalu hingga kini mereka berhenti bekerja. Meski beberapa hari sempat beraktivitas, namun para buruh kembali mogok. Sebelumnya mereka sudah beberapa kali mogok kerja menuntut pembayaran uang tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp 1.338.333 atau sesuai UMK. Selain menuntut pembayaran upah kerja sesuai UMK, uang hadir, Jamsostek, hari resmi, dan tuntutan lainnya.

Karena tidak ada kepastian dari manajemen, para buruh kembali beraksi. Pada 29 Agustus lalu, demo diwarnai aksi perusakan benteng sepanjang 25 meter dan tinggi 225 cm. Akibatnya, benteng pabrik rubuh.

Agus Suhana (28), Aradita (40), dan Nana (40), perwakilan buruh mengatakan, aksi kali ini mendapatkan pengamanan dari Polsek Solokanjeruk dibantu Dalmas Polres Bandung.

Menurut Agus, demo dilakukan karena ketidakpastian nasib para pekerja. Sebelumnya pada Selasa kemarin, para buruh dinyatakan akan kembali bekerja seperti biasa dan dilakukan pembagian sif kerja. “Ternyata, tidak jadi. Akhirnya, banyak buruh yang kecewa dan kesal hingga melakukan aksi demo,” katanya.

Tadinya mereka tidak akan melakukan aksi demo dan hanya ingin mempertanyakan kepas­tian nasib. “Karena belum ada kejelasan tentang nasib para buruh, akhirnya para buruh berunjuk rasa lagi,” katanya.

Pihak manajemen dan para buruh hingga saat ini masih tarik ulur. “Apakah kita akan bekerja lagi atau bagaimana? Belum ada kejelasan,” katanya.

Puncak kekesalan

Tetapi perusahaan sempat menawarkan negosiasi. Manajemen siap mempekerjakan kembali para buruh, tetapi proses hukum perusakan benteng tetap berjalan. “Sementara para buruh tidak mau. Untuk benteng yang roboh oleh para buruh, itu puncak kekesalan terhadap pihak manajemen,” katanya.

Ditambahkan Aradita, para buruh sangat menunggu kepas­tian. Saat itu mereka juga kecewa karena tidak ada pihak manajemen yang menemui. 

“Akhirnya, banyak yang kesal dan berontak,” katanya.

Tetapi informasi dari pihak perusahaan menyebutkan, mereka siap beroperasi asalkan para buruh tidak menyelesaikan permasalahan dengan melibatkan serikat pekerja lainnya. “Perusahaan juga akan melanjutkan proses hukum terkait benteng yang roboh. Sementara para buruh tidak mau,” katanya.

Manajemen PT Luhantex hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi “GM”. “Tak ada seorang pun pengelola perusahaan di pabrik,” kata seorang warga di depan perusahaan.

Sumber : http://klik-galamedia.com