Mitos-mitos Kalau Lewat di Cadas Pangeran, dari Buang Rokok sampai Ular Besar

by

Mitos-mitos Kalau Lewat di Cadas Pangeran, dari Buang Rokok sampai Ular Besar Jalan Cadas Pangeran sejak dahulu dikenal sebagai jalan yang seram.

Beberapa faktor menjadi alasan disematkannya julukan seram pada jalan yang sudah dibangun sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda tersebut.

Jalannya yang berkelok dan memiliki beberapa tikungan tajam membuat pengendara harus ekstra waspada melewati jalan tersebut.

Belum lagi ketika malam tiba, jalan tersebut terbilang sepi karena tidak ada pemukiman warga di sisi-sisi jalan, efek kondisi jalan yang diapit oleh tebing dan jurang.

Sejarah kelam masa lalu ketika pembuatan jalan pada jaman Hindia Belanda pun memperkuat julukan seram yang melekat pada jalan yang menghubungkan Bandung-Sumedang tersebut.

“Cerita mistisnya juga banyak, walaupun mulai berkurang sekarang,” ujar Wasdim (46), sopir truk yang setiap hari melewati jalan Cadas Pangeran.

Apa saja cerita mistis di Cadas Pangeran?

1. Mitos melempar rokok

Dulu ketika kendaraan yang melewati Cadas Pangeran belum seramai sekarang, menurut Wasdim, ada mitos bahwa sopir yang melewati jalan tersebut harus melempar rokok.

Rokok yang dilempar harus sudah dinyalakan dulu sebelumnya.

“Katanya sih sebagai izin untuk melintas agar tak diganggu,” ujar Wasdim.

2. Mitos adanya ular besar di dasar jurang

Wasdim bercerita, ada mitos di kalangan masyarakat sekitar Cadas Pangeran, bahwa ada ular besar yang hidup di dasar jurang di samping jalan Cadas Pangeran.

Ular yang diduga berjenis piton atau boa tersebut mitosnya memakan mayat sisa korban kecelakaan dan pada jaman dahulu memakan mayat korban kerja paksa pembuatan jalan.

3. Hindari jalan Cadas Pangeran Atas selepas Magrib

Wasdim mewanti-wanti agar jangan melewati jalan Cadas Pangeran Atas bila waktu sudah lewat Magrib.

“Banyak begal di jalan Atas,” ujar Wasdim.

Selain itu, Wasdim juga mengatakan ada makhluk halus penunggu Cadas Pangeran yang sering menggangu pengguna jalan.

“Pernah supir angkot bercerita ketika dia nekat lewat atas malam hari, ada yang hitam menemplok di kaca belakang,” ujar Wasdim

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com