Mohamad Nasir Akan Evaluasi Proses Pemilihan Rektor Unpad

by -64 views

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir akan melakukan evaluasi pada proses Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran periode 2009-2024 sebelum menggunakan hak pilihnya.  Ia ingin memastikan semua proses pemilihan dilakukan sesuai aturan.

“Pemilihan rektor (Unpad) harus kita evaluasi dulu. Sebelum kita melakukan proses pemilihan, kita ingin cek dalam proses pemilihan 3 besar ini apakah sudah melewati proses yang benar,” kata Nasir ditemui setelah meresmikan Industri-Katalis Pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Kamis 11 Oktober 2018.

Ia menegaskan, jika semua proses pemilihan itu dilakukan dengan benar, barulah proses pemilihan ini dilanjutkan ke tahap selanjunya yaitu pemilihan dan penetapan Rektor Unpad periode 2009-2024.

Saat ditanya, apakah proses pemilihan itu bisa diulang jika terbukti ada prosedur yang berlaku? Nasir tak menutup kemungkinan itu. “Itu semua serba mungkin. Saya tidak bisa mengataakan itu, kami teliti dulu. Semua harus mengikuti prosedurnya,” katanya.

Selanjutnya, ia akan memeriksa latar belakang masing-masing calon rektor. Ia akan melibatkan beberapa lembaga seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Apakah (calon rektor) terpapar radikalisme atau tidak. Jangan sampai kita mau menyelesaikan ini, tapi masalah dasar belum selesai,” kata Nasir. 

Ia mengatakan, pihak-pihak manapun bisa memberi masukan terkait pemeilihan rektor ini. Namun ia menekankan, semua masukan itu harus disampaikan sesuai dengan prosedur. 

Saat ditanya masukan apa saja yang sudah diterima? Ia belum memberi kepastian. “Ini masih masuk dalam tim,” jawabnya. 

Sebelumnya, MWA telah menetapkan tiga nama calon Rektor Unpad perioade 2019-2024. Mereka ialah Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Ketiga calon rektor pada 27 Oktober 2018 akan memaparkan gagsannya di depan Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA). Kemudian akan dilanjutkan dengan sidang tertutup MWA untuk memilih dan menetapkan Rektor Unpad 2019-2024. 

Setelah Unpad berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), pemilihan rektor dilakukan oleh MWA. Dari 17 anggota MWA, 15 di antaranya mempunyai hak suara, 2 anggota yang tidak mempunyai hak pilih ialah Rektor dan Ketua Senat Akademik. Dalam pemilihan ini, suara Menristekdikti mempunya 35% suara atau setara dengan 6 atau 7 suara.***

 

 

 

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com