MOPD SMAN 1 Cileunyi Konsisten pada Nilai Keagamaan

by -43 views

MOPD SMAN 1 Cileunyi Konsisten pada Nilai Keagamaan

Jatinangorku.com – Panitia Pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Di­dik (MOPD) SMAN 1 Cileunyi konsisten pada pe­nanaman nilai-nilai keagamaan sebagai dasar atau bekal yang harus dimiliki para peserta didik baru tahun pelajaran 2014 /2015.

Kepala SMAN 1 Cileunyi, Amin Wijaya menga­takan, MO­PD yang dulu dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) dan cukup kental dengan me­makai cara-cara lama yang mengarah pada perpe­loncoan kini dihilangkan.

“Kami ingin membetuk karakter siswa yang lebih baik tanpa memakai cara yang negatif, mel­a­inkan lebih mendidik. Siswa yang ikut MOPD sebanyak 400 orang. Yang ditekankan lebih menanamkan nilai keagamaan dan kepramukaan,” kata Amin saat ditemui “GM” di ruang kep­sek, Rabu (16/7).

Dalam MOPD tahun ini, seca­ra rutin para peserta didik baru di SMAN 1 Cileunyi, khususnya yang beragama Islam, melaksa­nakan tadarus bersama sebelum memulai kegiatan.

“Dari situ, kami coba tanam­kan hal-hal yang ber­bau keagamaan, apalagi momennya pas di bulan Ramadan. Supaya nantinya siswa baru ini terbiasa dengan aturan-aturan di sekolah,” ujarnya.

Selama satu pekan, tambahnya, siswa akan menjalani sejumlah rangkaian kegiatan sejak Senin (14/7) hingga Rabu (16/7). Kegiatan ini untuk menanamkan rasa memiliki melalui kegiatan ekstrakuri­kuler secara visualisasi.

“Kamis psikotes, Jumat dan Sabtu matrikulasi kurikulum 2014/2015. Pramuka dalam kurikulum 2013 itu wajib,” te­rangnya.

Dalam waktu bersamaan, para siswa kelas 11 dan 12, kata Amin, tengah menjalani kegiatan belajar mengajar dan pesantren kilat. “Hanya berjalan satu minggu, karena tanggal 19 terakhir dan masuk lagi tanggal 6 Agustus,” paparnya.

Amin berharap di tahun pelajaran 2014/2015 ini, siswa baru bisa menjadi pribadi yang disiplin dan mampu membawa nama baik sekolah, baik melalui prestasi maupun pribadi di luar sekolah.

“Tingkat kedisiplinan sangat ketat. Kehadiran guru dan siswa direkap. Jadi di sini kalau ada orangtua komplain diberikan data dari sekolah,” ujarnya.

Pada kegiatan belajar meng­ajar (KBM) nanti, aturan bagi siswa yang terlambat diberlakukan dengan cara mendidik.

“Siswa terlambat 6 menit harus meresume buku-buku di perpustakaan. Jadi hukuman yang sifatnya bermanfaat dan mendidik. Nanti rencana akan disuruh salat duha untuk yang telat. Moto sekolah ‘Knowledge is Power’ diharapkan bisa terlaksana di tahun pelajaran baru ini,” ucapnya

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/