Mudik Lebaran, Demiz Minta Pusat Mantapkan Jalur Pantura

by -27 views
Mudik Lebaran, Demiz Minta Pusat Mantapkan Jalur PanturaJelang musim mudik lebaran 2017, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta kepada pemerintah pusat untuk serius menangani permasalahan kemantapan jalan alternatif pantura yang menghubungkan provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Demiz sapaan akrabnya, menilai setiap tahun, proyek perbaikan jalan yang dilakukan kementrian terkait dalam memperbaiki jalan nasional tersebut selalu dilakukan mendadak, bahkan kata dia saat arus mudik berlangsung masih dilakukan perbaikan sehingga mengakibatkan kemacetan panjang di jalur-jalur utama.
“Gak bisa mengandalkan jalan tol saja, karena jalan alternatif seperti pantura itu kan masih berfungsi, selatan juga demikian, bagaimana kondisinya itu harus segera diperbaiki, karena rata-rata kan dibangunnya beberapa hari sebelum lebaran,” kata Demiz saat ditemui, Kamis (11/5/2017).
semestinya kata dia, setiap tahunnya kalaupun ada jalan yang harus diperbaiki, harus dilakukan dari jauh-jauh hari sebelum musim mudik lebaran terjadi, sehingga tidak akan menghambat arus lalu lintas.
Selain itu, jalan yang bagus juga akan memudahkan distribusi barang kebutuhan pokok. Ia menilai bisa saja kenaikan harga bahan pokok saat puasa atau menjelang lebaran terjadi akibat ongkos kirim yang semakin tinggi akibat hambatan lalu lintas.
“Sehingga, seharusnya kemantapan jalan harus siap semua,karena bulan puasa itu ada arus barang bagaimana kalo jalanan rusak. barang terhambat juga, bisa jadi harga barang jadi naik, karena lama ongkosnya makin tinggi karena jalannya rusak, jadi jangan mengandalkan oprasi pasar saja, karena ini urusannya transportasi,” ungkap dia.
ia pun meminta kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan di sejumlah titik jalan di pantura yang terjadi kerusakan.
“Minimal kita minta, Pantura banyak komplain, karena Pantura itu bukan hanya jabar, tapi sampai jawa timur. apalagi di jabar, karena mengandalkan jalan tol, jadi seakan-akan pantura terabaikan,” pungkas Demiz.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan permintaan tersebut merupakan salah satu poin rapat koordinasi teknis persiapan transportasi mudik lebaran 2017 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya di Jakarta, Senin (3/4).
“Salah satu kesimpulan rapat Pak Menko meminta semua pihak harus meningkatkan koordinasi dan berkinerja untuk menurunkan tingkat kemacetan dan kecelakaan serta peningkatan pelayanan pada masyarakat,” paparnya.
Menurutnya Jawa Barat sebagai pusat dan tujuan lintasan mudik saat ini bersama Polda Jabar dan pihak terkait sudah mengidentifikasi dan memecahkan sejumlah persoalan di lapangan terkat mudik.
“Pertama untuk lintasan pantura mengatasi 14 titik pasar tumpah sekaligus percepatan perbaikan infrastruktur,” katanya.
Selanjutnya untuk jalur selatan rapat meminta bagaimana pihak terkait bisa terus mengurangi kemacetan Rancaekek, Nagreg, Limbangan, Kadungora, Leles dan Ciawi.
“Sejumlah kerusakan jalan di sejumlah jalur juga turut kami laporkan,” paparnya.
Kondisi kemacetan dan perbaikan infrastruktur untuk jalur tengah daerah Ciawi, Puncak dan Cipanas pun diminta untuk dituntaskan.
“Masih ada waktu untuk menuntaskan persoalan di lapangan, kami harap mudik 2017 ini bisa lebih lancar,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Jawa Barat M Guntoro menilai ruas jalan milik provinsi hanya penunjang kelancaran arus mudik saja. Kendaraan menurutnya lebih banyak bertumpu pada ruas nasional yang tingkat kerusakannya di Jabar terbilang berat. Dia menyebutkan jalur tengah Bandung-Cirebon yang akan menjadi alternatif kepadatan di utara.
“Memang kondisinya rusak, tapi sudah dijanjikan H-lebaran perbaikan beres,” katanya