MUI Jabar Bahas Perdagangan via Online

by -25 views

MUI Jabar Bahas Perdagangan via Online

Jatinangorku.com – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI), pengurus MUI Jawa Barat akan merekomendasikan perdagangan via online. Perdagangan jenis ini lebih banyak fiktif dan merugikan masyarakat. Selain itu, banyak umat cenderung menekuni bisnis yang jelas-jelas banyak merugikan pihak lain. 

Demikian disampaikan Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Drs. H. Rafani Achyar, M.Si. saat ditemui “GM” di Sekretariat MUI Jabar, Jln. L.L.R.E. Martadinata Bandung, Rabu (11/9). 

Menurut Rafani, Rakernas MUI akan berlangsung pada 13 – 15 September 2013 di Jakarta. Pengurus MUI Jabar juga menargetkan di tahun 2014 mendatang Jabar akan menjadi Provinsi Halal. Salah satu indikatornya para pengusaha serta perusahaan makanan dan minuman turut serta menyukseskan label halal.

“Salah satu indikator provinsi halal ini hasil raker LPPOM MUI Jabar,” katanya. 

Di sisi lain, lanjut Rafani, Provinsi Halal akan terwujud dengan angka 10 persen KUKM di Jawa Barat. Sedangkan, permintaan perusahaan dan pengusaha yang ingin mendapatkan sertifikat halal terus melonjak. Tentunya, ini harus diikuti sumber daya manusia yang baik serta mampu mengemban amanah.

MUI Jabar telah melakukan berbagai pelatihan untuk mengembangkan perekonomian bagi ormas Islam, juga mengembangkan KUKM untuk mendapatkan sertifikat halal. 

“Sebanyak 9.200 pengelola KUKM khususnya yang bergerak di bidang makanan, minuman, dan kosmetika sering mendapat pelatihan,” kata Rafani.

MUI Jabar juga rutin melakukan uji sampel ke laboratorium untuk indentifikasi makanan, minuman, dan kosmetika yang telah bersertifikat halal.

Sedangkan uji sampel diambil dari pasar tradisional yang dilakukan tim auditor LPPOM MUI Jabar secara diam-diam. Karena itu, lanjut Rafani, lembaganya selama ini terus mengawasi penggunaan sertifikat halal. Salah satunya dengan mewajibkan perusahaan untuk memiliki auditor halal internal.

Sumber :  http://klik-galamedia.com