Mulai 8 Juni, Kendaraan Berat Dilarang Melintas Jalur Selatan

by

UNTUK mengantisipasi kepadatan kendaraan saat Operasi Ketupat 2018,  kendaraan berat akan dilarang melintas di jalur selatan mulai Sabtu (8/6/2018).

Kasatlantas Polres Garut, AKP R. Erik Bangun Prakasa, mengatakan, sesuai edaran dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub), dari tanggal 8 sampai 23 Juni mendatang kendaraan berat dilarang untuk melintas, kecuali truk yang mengangkut sembako, BBM, atau barang lainnya yang mudah busuk.

Ia pun menandaskan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas apabila masih ditemukan kendaraan berat yang beroperasi saat arus mudik dan balik berlangsung.  

“Kalau masih ada yang beroperasi tentu akan kami tindak dan kendaraannya akan diparkirkan,” ujarnya, Rabu (6/6/2018).

Terkait jalur alternatif di wilayah Garut, lanjut Erik, ia menilai semuanya sudah siap untuk dilalui. Kendati begitu, pihaknya tak merekomendasikan jalur alternatif untuk dilintasi pada malam hari.

“Untuk jalur alternatif nanti menunggu situasi di lapangan. Kalau diperlukan ada pengalihan akan kami lakukan. Tapi sistem one way akan diterapkan di jalur utama agar arus bisa lebih lancar,” ucapnya.

Ia menyebutkan, saat arus lalu lintas dari arah Nagreg menuju Limbangan padat, maka petugas akan mengalihkan arus ke wilayah Kadungora-Leles, dimana pemudik bisa menggunakan jalur alternatif Leles-Leuwigoong-Cibatu-Warung Bandrek.

“Di Kadungora Jalan Lingkar Leles juga akan digunakan kalau sudah padat. Fungsional jalurnya karena memang belum diaspal. Tapi setidaknya bisa mengurai kemacetan di Kadungora dan Leles karena tidak melintasi Pasar Leles,” tuturnya.

Erik memprediksi, arus mudik akan mulai terjadi pada Jumat (8/6/2018) seiring dengan liburnya para PNS dan pegawai swasta yang sudah memasuki masa cuti bersama. 

“Dengan masa libur yang lebih panjang sebelum lebaran ini, diharapkan bisa membuat para pemudik tak berbarengan saat melintas di jalur selatan,” imbuhnya 

Sementara itu Pjs Bupati Garut, Koesmayadi Tatang Padmadinata, mengatakan meski belum diaspal namun Jalan Lingkar Leles sudah bisa digunakan. Ia pun menyebut, jalur tersebut bisa mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik berlangsung. 

“Panjang jalur Lingkar Leles ini lima kilometer. Jadi setidaknya bisa mengurai kemacetan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar arus mudik dan balik bisa berlangsung dengan lancar,” katanya. 

 

 

 

Sumber : http://www.galamedianews.com