Musim Hujan di Jatinangor Datang, Waspadai DBD

by -60 views


JATINANGOR

Masyarakat harus lebih hati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan saat musim hujan. Pasalnya berbagai jenis penyakit berpotensi mewabah ketika musim hujan tiba seperti demam berdarah dengue (DBD) dan diare.

Hal tersebut diungkapkan dr. Dodi yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Jatinangor, Kab. Sumedang saat dihubungi wartawan, Jumat (16/11).

Menurut Dodi, kewaspadaan harus dilakukan ketika ada anggota keluarga mengalami demam. Jika telah berobat dan lebih dari tiga hari demam tidak turun, harus segera dibawa ke dokter.

“Memasuki musim hujan biasanya jentik nyamuk DBD lebih cepat berkembang. Karena itu masyarakat harus waspada. Jadi kalau ada gejala DBD segera ditangani,” katanya.

Salah satu gejala DBD adalah demam lebih dari tiga hari. Apalagi anak-anak kondisi fisiknya masih lemah sehingga bisa langsung parah.

Meski termasuk penyakit yang bisa disembuhkan, DBD tergolong berbahaya dan sering menjadi penyebab kematian. “Untuk itu perlu penanganan cepat. Apalagi gejalanya hampir sama dengan gejala virus umumnya,” ujarnya.

Dalam dua hari dokter belum bisa menentukan diagnosis apakah DBD atau bukan. Hasil diagnosis bisa diketahui setelah tiga hari.

Selain itu, upaya lain untuk mengurangi risiko ancaman DBD adalah menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M, yaitu menutup genangan air, menguras penampungan air, dan mengubur sampah atau barang lainnya yang berkembang biaknya jentik nyamuk DBD.

“Saat musim kemarau lalu masyarakat melupakan gerakan PSN dan program 3M. Karena itu kini mereka harus rajin memantau genangan air, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing,”terangnya.

sumber : klik-galamedia