Nekat Melawan Arus Lalu Lintas di Jalan Raya Bandung-Garut Pengendara Motor Tak Takut Sanksi

by -33 views

Jatinangorku.com – Mengendarai sepeda motor dengan cara melawan arus dan tanpa helm pengaman, selain menunjukkan lemahnya disiplin berlalu lintas, juga kerap menimbulkan kecelakaan, mulai dari kecelakaan ringan hingga berujung kematian.

Yusi Rosita (35) dan Abdullah (36), warga Desa Mangunarga, Kec. Cimanggung mengaku setiap hari melihat pengendara sepeda motor tanpa helm melawan arus di Jalan Raya Bandung-Garut.

Menurut Rita, pelanggaran tersebut tidak hanya berdampak pada kemacetan, tetapi juga kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengatakan sering terjadi kecelakaan akibat perilaku pengendara sepeda motor yang tidak disiplin.

“Kecelakaan akibat pelanggaran tersebut cukup sering, hampir setiap hari. Kebanyakan terjadi pada malam hari. Korbannya ada yang luka ringan, luka berat, dan kerugian materi,” katanya.

Ia menambahkan, dibutuhkan pemahaman dari pengendara agar jumlah korban lakalantas tidak terus bertambah. Dinas Perhubungangan juga harus membuat titik putar yang tidak terlalu jauh dari pabrik untuk sepeda motor.

“Tindakan preventif melalui razia atau sanksi tegas tilang, saya anggap kurang efektif dibandingkan penempatan sejumlah anggota polisi di beberapa titik rawan aksi dua pelanggaran lalu lintas itu,” ujarnya.

Disiplin rendah

Kapolres Sumedang AKBP Yully Kurniawan, S.I.K. melalui Kapolsek Cimanggung, Kompol Ii Rusdiandi, S.H. kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Cimanggung, Rabu (10/9) mengaku prihatin dengan rendahnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

“Salah satu indikatornya, banyak pengendara sepeda motor yang melawan arus, bahkan tanpa helm berstandar nasional Indonesia (SNI). Pemandangan seperti itu setiap saat terlihat di Jalan Raya Bandung-Garut atau di wilayah hukum Polres Sumedang dan Bandung,” ujar Ii.

Padahal Polres Sumedang dan Polres Bandung sudah sangat gencar melakukan sosialisasi bahaya dari kedua tindakan pelanggaran tersebut. Pihaknya rutin menggelar operasi lalu lintas, selain sosialisasi dan melakukan penegakan hukum dengan mengeluarkan tilang.

“Kami dari Polres Sumedang dan Polres Bandung sudah sering melakukan razia di Jalan Raya Bandung-Garut yang dianggap rawan aksi pelanggaran lalu lintas. Anehnya, mereka tidak sadar,” katanya.

Tujuan sosialisasi agar kesadaran pengendara lebih meningkat, terutama mengenai pemahaman bahaya dan imbas dari melawan arus serta tidak memakai helm.

“Selain itu diharapkan ada efek jera dari sanksi tegas berupa tilang. Pengendara yang melawan arus khususnya di Jalan Raya Bandung-Garut, sebagian besar karyawan pabrik,” ujarnya.

Dia menduga, para pengendara lebih memilih jalan pintas agar bisa sampai di pabrik dengan cepat.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/