Nielsen: 23 Persen Orang Indonesia Punya Ponsel

by -29 views

Nielsen: 23 Persen Orang Indonesia Punya Ponsel

Jatinangorku.com – Nielsen merilis hasil survei terbaru mereka mengenai pasar telepon seluler Asia Pasifik. Survei ini berisi mengenai laporan tren terbaru dalam kepemilikan, perilaku, dan sikap konsumen smartphone di sembilan negara, yakni: Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Hong Kong, China, India, dan Singapura.

Survei ini dilakukan dengan menanyai responden berusia 13 tahun ke atas sejak Maret 2013 hingga Mei 2013. Dari laporan survei ini terlihat penetrasi smartphone di negara-negara berkembang di Asia Pasifik semakin menguat. Yang terbesar adalah Thailand yang mencapai 49 persen, diikuti oleh Indonesia 23 persen, India sebesar 18 persen, dan Filipina 15 persen.

Adapun di kelompok negara yang lebih maju, penetrasi smartphone di Asia Pasifik tertinggi ada di Hong Kong dan Singapura sebesar 87 persen. Selanjutnya, diikuti oleh Malaysia (80 persen), Australia (75 persen), dan China (71 persen).

Selain itu, menurut laporan, di Malaysia hampir setengah dari yang disurvei atau sebesar 47 persen mempunyai lebih dari satu perangkat mobile. Selanjutnya diikuti oleh Hong Kong dengan 31 persen, serta Singapura, dan China dengan 29 persen. “Sementara, di Indonesia tercatat hanya 15 persen pengguna telepon seluler yang memiliki lebih dari satu perangkat,” kata Direktur Nielsen Telecom dan Technology Practice untuk Asia Tenggara, Asia Utara dan Pasifik, Sagar Phadke dalam siaran persnya, Ahad 22 September 2013.

Di seluruh wilayah, dia menjelaskan, merek merupakan salah satu faktor paling umum dalam membeli smartphone dan berada di bagian paling atas survei. Selain itu, keyboard QWERTY masih diminati di Indonesia, India, dan Filipina. Walau demikian, ukuran layar dan fungsi layar sentuh menjadi semakin penting bagi konsumen.

Menurut dia, rekomendasi dari mulut ke mulut dan media sosial turut memainkan peranan penting dalam memengaruhi pilihan konsumen untuk smartphone. Bahkan, di Asia Pasifik, sebagian besar konsumen memasukkan ulasan dari internet dan blog serta rujukan dari teman, rekan, dan keluarga sebagai faktor yang paling umum dalam memengaruhi keputusan mereka dalam membeli.

Dengan menjamurnya penggunaan smartphone ini, menurut Sagar, juga meningkatkan waktu yang dihabiskan oleh orang di depan smartphone milik mereka. “Dalam survei ini terlihat pengguna smartphone di Asia Tenggara menghabiskan waktu rata-rata lebih dari tiga jam per hari dengan smartphone mereka pada Juni 2013,” ujar Phadke.

Waktu ini, dia melanjutkan, dihabiskan untuk melakukan kegiatan chatting, jaringan sosial, dan hiburan seperti games serta multimedia yang mendorong banyak sekali interaksi.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com