Normalisasi Citarum Molor

by -59 views

Normalisasi Citarum Molor

Jatinangorku.com – Sejumlah pihak terus mempertanyakan realisasi normalisasi aliran Sungai Citarum yang melintasi Desa Rancakasumba, Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung yang hingga kini molor dan benar-benar terabaikan. Mereka juga mempertanyakan realisasi penataan aliran sungai yang melintasi Kec. Majalaya dan Kec. Ibun itu. Termasuk mempertanyakan program penghijauan di Kec. Kertasari, Pacet, dan Kec. Ibun. 

Berdasarkan pemantauan “GM”, Senin (23/7), penataan Sungai Citarum saat ini baru dilaksanakan hingga sekitar jembatan/Kampung Koyod, Desa Rancakasumba. Penataan Sungai Citarik, anak Sungai Citarum juga baru dilaksanakan di daerah Kp. Sapan, Desa Bojongemas, Kec. Solokanjeruk.

Terus molornya penataan kawasan hulu Sungai Citarum sempat dilontarkan jajaran Komisi C DPRD Kab. Bandung, yaitu dengan mendatangi Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, belum lama ini. 

Tak hanya itu, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, aparat desa dan kecamatan yang berada di Kec. Solokanjeruk, Ciparay, Majalaya, Ibun, Paseh, Pacet, dan Kertasari juga sempat mempertanyakan upaya normalisasi Sungai Citarum yang berada di kawasan hulu kepada Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). Bappenas menyampaikan rencana normalisasi di aliran hulu Sungai Citarum itu baru tahap sosialisasi.

Baru PTM

Kepala Desa Rancakasumba, Jajat Sudrajat, S.Sos. mengatakan, sepanjang dua kilometer aliran Sungai Citarum yang melintasi Desa Rancakasumba, hingga saat ini perawatannya baru sebatas dilakukan oleh Paguyuban Textile Majalaya (PTM). PTM juga mengalami keterbatasan anggaran, sehingga dalam pengerjaannya terhambat yang harus dilanjutkan pemerintah.

“Perawatan Sungai Citarum dengan cara dinormalisasi oleh pihak instansi terkait sampai saat belum dilakukan. Pemerintah baru sebatas sosialisasi. Sementara masyarakat sangat berharap, sudah ada aksi dari pemerintah dalam pelaksanaan normalisasi. Sebelumnya sempat ada wacana, pelaksanaan normalisasi Sungai Citarum tahun 2012 lalu. Namun hingga saat ini masih belum terealisasi,” kata Jajat kepada “GM” di kantor Kepala Desa Rancakasumba, Senin (23/9).

Menurut Jajat, rencana normalisasi Sungai Citarum baru sebatas sosialisasi diketahui ketika perwakilan Desa Rancakasumba mengikuti sosialisasi yang dihadiri sejumlah perwakilan aparat terkait BBWS Citarum di Majalaya, beberapa waktu lalu.

“Dalam pertemuan itu baru diketahui sebatas kajian. Jadi seumur-umur terus saja masih kajian. Jadi tak tuntas-tuntas. Kapan realisasinya, kita juga belum tahu,” kata Jajat.

Ia berharap instansi terkait segera merealisasikan normalisasi Sungai Citarum sebelum memasuki musim hujan. Soalnya, sepanjang 2 km aliran Sungai Citarum yang melintasi RW 01-04 Desa Rancakasumba rawan limpasan air sungai. Sehingga perlu segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan normalisasi.

Sumber : http://klik-galamedia.com