Obama Melunak, Serangan ke Suriah Bisa Batal RI Siap Kirim Pasukan Perdamaian

by -31 views

Obama Melunak, Serangan ke Suriah Bisa Batal RI Siap Kirim Pasukan Perdamaian

Jatinangorku.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pandangan Pemerintah Indonesia, terkait rencana serangan militer ke Suriah dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 negara G20 yang dipimpin Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di Saint Petersburg, Rusia, Kamis pekan lalu. Dalam kesempatan itu, SBY sempat menyatakan, Indonesia menentang operasi militer, tanpa mandat Perserikatan Bangsa Bangsa.

“Kalau solusinya adalah peace making, gencatan senjata, pasukan PBB, Indonesia siap berkontribusi untuk satuan militer, untuk peacekeeping operation. Saya belum tahu perkembangan, pemimpin dunia hari-hari ini tampaknya sudah mulai menyadari solusi politik dan damai itu yang jauh lebih baik dibandingkan aksi militer,” kata SBY saat membuka rapat kabinet terbatas di kantornya, Jakarta, Selasa (10/9).

Menurut SBY, diskusi bidang politik dan keamanan yang dilakukan hingga pukul 01.30 WIB dini hari tersebut sempat tegang. Semua kepala negara, mulai dari Presiden AS Barack Obama, Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Inggris David Cameron, PM Jerman Angela Merkel hingga Pemimpin Cina, angkat bicara.

“Pandangan ini terbelah dua, ekstrem serang dengan operasi militer tanpa mandat PBB. Satu lagi jangan sentuh Suriah tanpa mandat PBB. Nah, di situlah relatif tegang dan saya sampaikan pandangan saya tidak pergi ke yang satu dan yang lain, dan tidak ada serangan militer, dan melakukan gencatan senjata, dan selanjutnya proses politik yang aktif dan transparan,” jelasnya.

SBY pun menekankan, pada kemungkinan memberikan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah. Ia berharap, serangan militer tidak jadi dilakukan.

“Itulah diplomasi all out kita. Saya sudah minta Menteri Luar Negeri untuk terus pantau manakala diperlukan Indonesia siap,” ujarnya. 

Menolak

Sementara sikap Presiden Barack Obama mulai melunak, terkait rencana serangan militer AS ke Suriah. Sikap ini muncul setelah banyak penolakan dari luar negeri, bahkan dari publik AS sendiri. Penolakan terkait rencana menghukum rezim Bashar Al-Assad dengan aksi militer sepihak sehubungan kasus serangan senjata kimia di luar ibu kota Damaskus, 21 Agustus lalu.

Hal itu, ia utarakan dalam wawancara dengan sejumlah stasiun televisi Amerika yang disiarkan awal pekan ini. Kepada stasiun berita ABC, Obama menegaskan, aksi militer atas Suriah masih jadi rencana utama. Namun rencana itu tentu saja bisa dia tangguhkan bila Assad benar-benar mematuhi saran Rusia –yang selama ini menghalang-halangi AS menyerang Suriah– dengan melucuti senjata kimianya di bawah pengawasan tim internasional.

Sumber : http://klik-galamedia.com/