Oknum Mahasiswi Buang Bayi Direkonstruksi

by -10 views

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGOR (14/5)

Satreskrim Polres Sumedang dan Polsek Jatinangor, Senin (13/5) pukul 09.00 WIB menggelar rekonstruksi kasus buang bayi di tempat kos Pondok Yellow Lilly, di Dusun Ciawi RT 02/RW 04 Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang.

Reka ulang tersebut diperagakan langsung tersangka ID (20), oknum mahasiswi perguruan tinggi negeri (PTN) di kawasan pendidikan Jatinangor.

Pantauan wartawan di lapangan, rekonstruksi tersebut mendapatkan penjagaan ketat dari petugas. Rekonstruksi dilakukan di tempat tersangka ID melahirkan dan membuang jasad bayi kali-lakinya.

Polisi membawa tersangka ID ke lokasi pukul 09.00 WIB. Saat itu, ID mengenakan celana jins dan kerudung hitam. Dengan wajah lusuh, ia memperagakan kronologi kejadian sejak melahirkan hingga membuang bayinya ke halaman tempat kos dengan menggunakan kantong plastik bekas bed cover.

Rekonstruksi itu sontak membuat geger warga setempat. Ratusan warga berdatangan dan tidak sedikit yang memaki ID.

“Saya hanya ingin mengetahui wajah ID, orang yang telah tega membuang darah dagingnya sendiri demi menutup kelakuan bejatnya,” kata Ai (36), seorang warga kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Deni (35) berjanji akan mendata penghuni tempat kos yang ada di wilayahnya. Tersangka ID diketahui kerap berpindah-pindah tempat kos.

“Upaya meminimalisasi peristiwa serupa, saya akan memperketat lokasi tempat kos di sini sekaligus melakukan pendataan seluruh penghuni kos,” ujarnya.

Ditemui di TKP, salah seorang saksi kasus tersebut, Mega (20) mengatakan, sekitar pukul 21.00 WIB, ia mendengar suara tangisan bayi di kamar nomor 204 lantai 2 yang dihuni tersangka ID.

Namun, katanya, ia tidak curiga. Ia berpikir saudara tersangka ID sedang berkunjung dengan membawa bayi.

“Saya mendengar suara tangisan bayi di kamar itu ketika sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah. Saya tak curiga ID melahirkan,” katanya.

Setelah itu, terdengar suara guyuran air di toilet kamar kos yang ID. “Sepengetahuan saya, ID perilakunya baik, sopan, akrab, dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Hanya dua bulan terakhir ada yang aneh, ID yang biasanya ceria, terlihat murung,” katanya.

(B.115)**