Operasi Ketupat Lodaya 2012, Polres Sumedang Kerahkan 752 Personel

by -41 views


SUMEDANG, (PRLM).-Polres Sumedang mengerahkan 752 personelnya untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1433 H dalam “Operasi Ketupat Lodaya 2012”.

Para personel tersebut, mulai hari ini, Jumat (10/8), sudah menempati sembilan pospam (pos pengamanan) yang sudah disediakan.

“Semua anggota mulai hari ini sudah melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2012,” kata Kapolres Sumedang, Ajun Komisaris Besar, Eka Satria Bhakti usai “Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2012” di Alun-alun Sumedang, Jumat (10/8).

Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Wakil Ketua DPRD Kab. Sumedang, Drs. H. Sarnata, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Kesbang Linmas dan PB) Kab. Sumedang, Teddy Mulyono, S.H., unsur muspida dan tamu undangan lainnya.

Menurut Kapolres, guna mempersiapkan pengamanan lebaran nanti, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Upaya itu, diantaranya mengantisipasi kemacetan dan kepadatan kendaraan arus mudik dengan mengefektifkan jalur alternatif di wilayah Sumedang.

Apabila arus mudik di jalur selatan terjadi kemacetan di Nagreg, arus kendaraannya akan dialihkan ke jalur alternatif Parakanmuncang-Wado.

Begitu pula jika di jalur pantura (pantai utara) terjadi kemacetan, arus kendaraannya akan dialihkan ke jalan alternatif Cikamurang-Cijelag-Kadipaten (Kab. Majalengka).

“Jadi, wilayah Sumedang ini berada di jalur tengah yang dipakai alternatif untuk mengatasi kemacetan di jalur selatan dan utara,” kata Eka.

Dikatakan, polres pun sudah mengantisipasi kemacetan di jalur tengah Bandung-Cirebon. Jika kemacetan kendaraan dari arah Bandung terjadi di daerah Pamulihan, arus kendaraannya akan dialihkan ke Jalan Citali-Rancakalong-Padasuka-Sumedang. Namun, jika kemacetannya sudah terjadi di wilayah perkotaan Sumedang, arus kendaraannya akan dialihkan ke jalur alternatif Jalan Samoja-Padasuka-Sumedang.

Selain itu, polres pun akan menerapkan “one way” (jalan satu jalur) yang diprioritaskan untuk kendaraan dari arah Bandung. Penerapan “one way”, dari mulai Jatinangor hingga Pamulihan. Begitu pula untuk mengatasi kemacetan di pantura, “one way” akan diterapkan dari Jalan Cijelag-Kadipaten.

“Nah, untuk jalan di wilayah perkotaan, kita fokuskan bagi pemudik lokal warga Sumedang. Untuk kendaraan dari arah Bandung ke Cirebon, tetap akan melewati Jalan Bypass atau Prabu Gajah Agung,” katanya.

Lebih jauh Eka menjelaskan, antisipasi kemacetan di sejumlah lokasi pasar tumpah pun sudah dilakukan, seperti halnya di Pasar Tanjungsari dan Cimalaka. Upaya yang dilakukan, di antaranya memasang barier (pembatas) untuk membatasi tempat berjualan dengan jalan.

Selain itu, pembatas di tengah jalan, supaya masyarakat tidak menyebrang jalan sembarangan. “Sejumlah pasar tumpah sudah kita tertibkan, diharapkan tidak menyebabkan kemacetan,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, guna mencegah kejahatan segerombolan bajing luncat (perampok) di sejumlah tempat rawan, polres akan menempatkan 30 orang sniper (penembak jitu) bantuan dari Brimob.

Para sniper itu berpakaian preman dan akan ditempatkan di sejumlah jalur rawan, seperti di Cadaspangeran dan Cimalaka-Tomo, terutama malam hari.

“Begitu pula untuk penjagaan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan mudik, akan dipantau petugas Babinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Kamtibmas) di setiap polsek. Bagi warga yang akan mudik, diimbau agar menitipkan rumahnya kepada tetangga dan aparat RT/RW setempat,” tutur Eka. (A-67/A-89)***

 

sumber : pikiran-rakyat