Orangtua Jangan Terlalu Longgar

by -72 views

Orangtua Jangan Terlalu Longgar

Jatinangorku.com – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyudin Zarkasyih mendukung upaya kepolisian untuk merazia siswa yang mengendarai motor atau mobil menuju sekolah. Baginya, hukum harus ditegakkan agar siswa disiplin.

“Saya sangat setuju jika polisi merazia dan menilang siswa yang melanggar. Kalau memang tidak memiliki SIM, tilang saja. Saya setuju jika mereka ditangkap,” tegas Wahyudin usai menghadiri acara Dies Natalis Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi, Jln. Dipati Ukur, Rabu (11/9).

Diakuinya, masyarakat, orangtua, sekolah memang terlalu permisif (longgar) jika melihat anak atau siswanya yang belum berhak memiliki SIM untuk mengendarai kendaraan. Hal tersebut sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Saya heran, kenapa orangtua bisa memperlakukan anaknya seperti itu. Kalau belum saatnya mengendarai kendaraan, lebih baik tidak diberikan,” tuturnya.

Untuk itu, Wahyudin meminta kepada sekolah lebih tegas terhadap siswanya. Sekolah bisa memberikan surat edaran untuk melarang siswa membawa kendaraan, terlebih untuk tingkat SMP.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar terkait masalah ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Bandung, Nandi Supriyadi menegaskan, selama ini pihaknya telah melarang siswa untuk membawa kendaraan. Sekolah juga hanya menyediakan lahan parkir bagi guru dan tamu. Namun Nandi mengakui, untuk di luar lingkungan sekolah, pihaknya memang tidak bisa mengontrol hal tersebut. 

“Kita tidak tahu kalau mereka dari rumah membawa kendaraan lalu di simpan di luar sekolah. Jika kita mengetahuinya, akan langsung menghubungi orangtua yang bersangkutan. Tetapi sampai saat ini memang belum pernah terjadi,” kata Nandi.

Kepala SMA Negeri 5 Bandung, Jumdiat Marzuki mengatakan, untuk siswa yang belum berhak memiliki SIM memang tidak diperbolehkan membawa kendaraan ke sekolah. Hal itu juga telah diketahui siswa sejak pertama masuk SMA 5 Bandung.

“Tetapi mereka terkadang memarkirkan kendaraannya di luar sekolah. Ini juga yang membuat sulit terpantau. Untuk itu, orangtua harus lebih memperhatikan anaknya. Jika secara hukum dilarang untuk membawa kendaraan, lebih baik tidak diberikan,” ujar Jumdiat.

Sumber : http://klik-galamedia.com