Ormas dan Dewan Ontrog Indomaret

by -206 views


JATINANGOR

Sejumlah massa yang berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Forum Bersatu Jatinangor (FBJ) dan seorang anggota dewan mendatangi minimarket Indomaret di Jalan Raya Jatinangor, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Rabu (21/11).

Massa FBJ yang terdiri atas BBC, FKPPI, Garda 46, dan Komite Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) Jawa Barat serta Dadang Rohmawan, anggota DPRD Sumedang, meminta agar proyek pembangunan minimarket tersebut segera dihentikan karena diduga belum mengantongi izin.

Apalagi pembangunan tersebut merusak jalan, drainase, dan trotoar. Mereka pun mempertanyakan pembangunan di lahan milik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor ini. 

“Kami sengaja datang untuk mengecek pembangunan Indomaret. Pasalnya, pembangunan diduga belum mengantongi izin. Apalagi dibangun di kawasan pendidikan dan sangat dekat dengan Pasar Resik Jatinangor. Saya harap pembangunan untuk sementara dihentikan sebelum melengkapi semua perizinan,” kata Dadang.

Sementara Ketua LSM KMPL Jawa Barat, Apih Jaja Dipraja bersuara lantang. Menurutnya, pengerjaan tempat usaha tersebut melanggar aturan. “Kami menilai ada pelanggaran. Bisa dilihat dari pembongkaran trotoar yang merupakan fasilitas umum,” tegasnya kepada wartawan di lokasi.

Ia pun mempertanyakan izin pembongkaran trotoar dan pembangunan Indomaret tersebut. Apih Jaja juga memprotes pihak yang telah memberikan izin pembongkaran trotoar. 

“Siapa pun yang memberikan izin pelaksanaan pembangunan minimarket ini, harus memperhatikan kondisi lingkungan. Jangan main bongkar trotoar seenaknya. Trotoar ini fasilitas umum. Ini malah dibongkar begitu saja,” katanya.

Ia juga berharap manajemen minimarket menempuh prosedur yang jelas. Di antaranya mempelajari analisis mengenai dampak lingkungan. Apalagi minimarket itu berada di kawasan pendidikan. “Jadi kurang bagus kalau kawasan pendidikan dijadikan tempat bisnis,” ujarnya.

Protes FBJ mendapat tanggapan dari aparat Kec. Jatinangor. Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kec. Jatinangor, Odat langsung turun ke lapangan. Ia meminta manajemen minimarket mengikuti aturan.

Ia mengimbau pengelola menghentikan pengerjaan pembangunan sebelum melengkapi perizinan. “Kalau belum ada izin, sebaiknya dihentikan dulu sementara,” katanya.

Ari D., mewakili Indomaret sekaligus pelaksana pembangunan Indomaret mengatakan, perizinan sedang dalam proses di Balai Besar Pekerjaan Umum Jawa Barat. “Izinnya sedang diproses. Kami pun sedang melengkapi persyaratan, di antaranya mengisi formulir,” katanya.