Pabrik Yang Mengambil Air Sungai di Jatinangor Harus Diusut

by -143 views


JATINANGOR (GM) – Sejumlah tokoh masyarakat di Jatinangor dan Cimanggung, Kab. Sumudang sangat berharap kasus pengambilan air sungai oleh sejumlah pabrik di wilayah Kec. Jatinangor dan Cimanggung diusut tuntas. Sehingga bisa dikatahui apakah pengambilan air sungai tersebut telah mengantongi izin atau belum.

“Aparat terkait harus segera mengusut tuntas kasus pengambilan air sungai tersebut. Perlu diketahui, telah lama Sungai Cikeruh di Jatinangor sebagian airnya diambil dan dimanfaatkan PT Kahatex. Sementara Sungai Cimande di Kec. Cimanggung dimanfaatkan PT Coca-Cola,” kata Sekretaris Paguyuban Jatinangor (PWJ), Atep Somantri kepada “GM” di Jatinangor, Kamis (20/9).

Didampingi Ketua Forum Rakyat Bersatu untuk Keadilan (Forrbeka) Kab. Sumedang, Sitam Rasyid, Atep yang juga Ketua LSM Samudera mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah kedua perusahaan yang mengambil air kedua sungai tersebut telah mendapat izin.

“Bisa dipahami jika warga Kp. Bunter, Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung marah dan menutup saluran air Sungai Cimande yang selama ini digunakan PT Coca-Cola. Saat ini akibat kemarau warga sangat membutuhan air bersih. Sementara PT Coca-Cola yang telah memanfatkan Sungai Cimande dinilai kurang peduli dengan tidak memberi warga bantuan air bersih. Air Sungai Cimande ‘kan sudah lama digunakan keperluan MCK, selain untuk dikonsumsi,” kata Atep yang diiyakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat KMPL Jabar, Apih Djaja Dipraja.

Kepentingan warga

Hal senada dikatakan Sitam Rasyid. Ditegaskan, air Sungai Cimande dan Sungai Cikeruh sepenuhnya untuk kebutuhan warga sekitar. “Air Sungai Cimande dan Sungai Cikeruh bukan untuk pengusaha. Sepenuhnya untuk kebutuhan rakyat,” katanya.

Menurutnya, pengusaha tekstil dan lainnya yang mengambil air baku secara berlebihan harus ditindak tegas.

Sementara itu, warga Kp. Bunter, Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung hingga Kamis (20/10) masih menutup saluran Sungai Cimande ke PT Coca-Cola Amatil. Di saluran yang berada di RT 01/RW 03 tersebut puluhan warga berkumpul. Mereka memastikan agar tidak ada saluran yang dibuka.

“Tuntutan kami tidak muluk-muluk. Kami berharap PT Coca-Cola memberi bantuan air bersih. Jika tuntutan sudah terpenuhi, baru saluran di Sungai Cimande ini kami buka,” kata Ny. Cucu (40), salah seorang warga.

(B.105/B.46)**