PAD Jabar Naik 10 Persen

by -32 views

PAD Jabar Naik 10 Persen

Jatinangorku.com – Pendapatan daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi Jawa Barat naik 10 persen lebih dari anggaran pendapatan yang ditetapkan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan, naiknya pendapatan daerah ini berkembang sesuai dengan meningkatnya potensi ekonomi daerah. Sehingga realisasi PAD ini didasarkan pada semakin tumbuh dan berkembangnya perekonomian Jabar.

“Pungutan yang bersumber dari PAD ini secara kontekstual berbasis pada pertumbuhan perekonomian masyarakat dan sangat erat kaitannya dengan perkembangan suatu daerah”, ujar Heryawan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat mengenai penyampaian Raperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD (P2APBD) di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (30/6/2014).

Pendapatan daerah yang bersumber dari PAD Jabar per 31 Desember 2013 sebesar 110, 69 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 17,38 triliun lebih menjadi Rp 19,23 triliun lebih.

Heryawan mengatakan, komponen penunjang naiknya pendapatan ini didasarkan pada PAD, pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan serta lain-lain PAD yang sah.

PAD Jabar realisasinya mencapai Rp 12,36 triliun lebih atau sekitar 117,56 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 10,51 triliun lebih.

Pajak daerah yang diterima Jabar pada 2013 lalu sebesar Rp 11,23 triliun lebih atau naik 15,66 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 9,71 triliun lebih.

Sementara retribusi daerah yang diterima sebesar Rp 63,65 miliar lebih atau naik 11,42 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 57,12 miliar lebih.

Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasinya sebesar Rp 261,60 miliar lebih atau 99,73 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 262,31 miliar lebih. Dan untuk penerimaan lain-lain dari PAD yang sah, penerimaannya sebesar Rp 798,70 miliar lebih atau naik 66,53 persen dari anggaran yang ditetapkan yaitu Rp 479,62 miliar lebih.

Sementara untuk belanja daerah, dapat direalisasikan sebesar Rp 18,39 triliun lebih atau 91,74 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp 20,05 triliun lebih.

Belanja daerah ini, meliputi belanja tidak langsung dengan dana realisasi sebesar Rp 14,72 triliun lebih atau 93,13 persen dari alokasi anggaran Rp 15,81 triliun lebih. Untuk belanja langsung, dana yang direalisasikan sebesar Rp3,67 triliun lebih atau 86,54 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp 4,24 triliun lebih.

Selain itu, Heryawan pun menyampaikan pembiayaaan daerah, yang merupakan bagian akhir dari struktur APBD. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah.

Pembiayaan daerah di Jawa Barat pada 2013 sebesar Rp 2,93 triliun atau 100,63 persen. Sementara untuk pengeluarannya sebesar Rp 189,02 miliar atau 100 persen dari anggaran yang ditetapkan. Untuk pembiayaan netto, mencapai Rp 2,74 triliun atau 100,67 persen dari anggaran yang ditetapkan.

Sedangkan untuk keseluruhan transaksi dan realisasi anggaran dalam APBD Jabar tahun 2013 ini, sisa lebih perhitungan anggaran atau Silpa mencapai Rp 3,58 triliun.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/