Pantai di Tasikmalaya dan Garut Normal Tak Ada Tsunami

by -24 views
 Satuan Polisi Air dan Udara (Polaiurd) Polres Garut yang memantau perkembangan laut di Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat hingga Sabtu dini hari terpantau aman terkendali.
 
Kepala Satpolairud, AKP Tri Andri mengatakan, jajarannya melakukan pemantauan laut karena adanya peringatan dini tsunami setelah gempa bumi berkekuatan 7.3 skala richter di Barat Daya Tasikmalaya.
 
“Memantau perbahan air laut, dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Tri.
 
Ia menyampaikan, ketika terjadi gempa, kata dia, warga banyak yang berhamburan keluar rumah kemudian menuju tempat evakuasi yang sudah disiapkan.
 
“Gempanya sangat terasa sekali, warga langsung keluar dan menuju tempat evakuasi yang telah ditentukan,” kata Tri.
 
Serupa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan kondisi laut di sepanjang pantai selatan Tasikmalaya normal.
 
“Meski air laut terpantau normal, warga tetap kita evakuasi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Alfian melalui telepon seluler, Sabtu dini hari.
 
Meskpiun situasi laut normal itu, pihaknya tetap memberlakukan seluruh warga yang tinggal di pesisir pantai untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
 
“Warga yang ada di sepanjang Pantai Cipatujah dan Cikalong sudah dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi,” katanya.
 
Ia menyampaikan BPBD Tasikmalaya sudah menerjunkan personelnya untuk menanggulangi daerah terdampak gempa dan membantu warga yang sedang sakit.
 
Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat (Jabar) menyampaikan status peringatan dini potensi tsunami di wilayah selatan Jabar dicabut, sehingga warga dapat kembali menempati rumahnya masing-masing.
 
“Status tsunami sudah dicabut,” kata Ketua Basarnas Jabar, Slamet Riyadi melalui telepon seluler, Sabtu dini hari.
 
Ia menyampaikan, ancaman bahaya dampak bencana alam tetap menjadi perhatian untuk diwaspadai agar tidak menimbulkan korban jiwa.
 
“Tim dari Basarnas tetap siaga, memastikan situasi semoga aman kondusif,” katanya.
 
Riyadi mengimbau, masyarakat untuk tetap tenang, dan tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang sumbernya tidak jelas.
 
Masyarakat yang membutuhkan bantuan pertolongan. kata dia, dipersilakan menghubungi nomor 115 ke pusat komunikasi.
 
“Bilamana ada yang membutuhkan pertolongan dapat menghubungi ‘call center’ Basarnas 115,” katanya.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Alfian, menambahkan, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pasca gempa bumi Tasikmalaya yang terjadi Jumat pukul 23.47 WIB.
 
“Informasi peringatan dini tsunami berakhir ini juga sudah kami sampaikan ke seluruh anggota kami di lapangan,” katanya.
 
Ia menyampaikan, warga dipersilakan kembali menempati rumahnya masing-masing yang berada di pesisir pantai Tasikmalaya.
 
Alfian juga mempersilakan bagi warga yang tetap ingin bertahan di tempat evakuasi dengan alasan belum tenang karena khawatir akan terjadi gempa susulan maupun tsunami.
 
“Kita tidak mewajibkan masyarakat ada di tempat evakuasi, karena peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir,” katanya.