Para TKI IIegal di Malaysia Tersiksa

by -81 views

Para TKI IIegal di Malaysia Tersiksa

Jatinangorku.com – Yanti Pujiyanti (40), mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang sempat bekerja selama 10 tahun di Malaysia mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir banyak rekannya sesama tenaga kerja Indonesia (TKI) terkena razia.”TKI yang terkena razia dan terbukti datang secara ilegal akan dipulangkan atau masuk ‘cap merah’. Sebelum dipulangkan, mereka diseret aparat setempat dan ditempatkan di gedung pengamanan atau tempat penampungan pekerja ilegal. Ini membuat para TKI tersiksa,” kata warga Kec. Pacet, Kab. Bandung ini kepada “GM” di Cicalengka, Minggu (22/9). 

Menurut TKW yang baru dua bulan berada di kampung halamannya itu, razia TKI ilegal kini gencar dilakukan pascaperubahan kepemimpinan di negari jiran tersebut. “Mereka yang terkena razia didata dan segera dipulangkan,” katanya.

Dikatakan Yanti, TKI ilegal yaitu mereka yang hanya memiliki paspor tanpa visa. “Jadi mereka masuk ke Malaysia tanpa dilengkapi dokumen asli. Tetapi kalau yang resmi masih bisa bekerja,” katanya. 

Sementara mereka yang terkena razia, tidak bisa lagi kembali menjadi TKI. Walaupun mereka kemudian melengkapi dokumen untuk bekerja di luar negeri. “Soalnya identitas mereka sudah tercatat sebagai tenaga kerja bermasalah,” katanya. 

Ia juga mengatakan, pendataan meliputi cap jari dan retina mata. “Jadi jika kembali ke Malaysia ketahuan dan langsung ditolak,” katanya. 

Menurutnya, dua bulan belakangan razia TKI ilegal dilakukan hingga ke pelosok-pelosok. “Para pekerja dari luar langsung didatangi dan diperiksa dokumen-dokumennya. Jika tidak lengkap, langsung diamankan,” katanya. 

Dikatakan, TKI yang terkena razia kebanyakan berasal Sumatra dan Kalimantan. “Paling ketat razia dilakukan di semenanjuang Malaysia, termasuk wilayah Serawak dan Sabah yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat,” tuturnya. 

Kini warga yang hendak bekerja di Malay­sia harus melengkapi paspor dan visa, selain dokumen lainnya. “Keberangkatannya pun harus melalui jasa tenaga kerja legal. Kalau ilegal dipastikan akan tersiksa,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com