Pasar Tumpah Muncul, Padati Jalan Jatinangor-Kiarapayung

by -477 views

JATINANGOR (GM) – Kawasan Jatinangor, Kab. Sumedang, kini mulai dihiasi keberadaan pasar tumpah. Lebih dari 900 eks PKL Pasar Loji, Jatinangor, Kab. Sumedang, mulai Minggu (8/4) menempati sepanjang bahu jalan dan trotoar jalan Jatinangor-Kiarapayung, Desa Hegarmanah, Kec. Jatinangor. Sebelumnya, ratusan pedagang tersebut menempati lahan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pantauan “GM”, Minggu kemarin, pasar tumpah tersebut muncul setelah pihak pengelola ITB Jatinangor, keberatan lahannya dijadikan tempat berjualan. Meski bantuan Rp 65 juta telah diserahkan pada Paguyuban Warga Jatinangor (PWJ) sebagai pengelola Pasar Loji untuk relokasi, hingga saat ini relokasi masih belum jelas.

Akibatnya jelas menimbulkan kesemrawutan dan kemacetan. “Kondisi ini harus segera jadi perhatian semua pihak, baik PWJ, Muspika Jatinangor maupun Pemkab Sumedang,” kata Wini (22), salah seorang mahasiswi Fikom Unpad kepada wartawan, Minggu (8/4).

Karna Sukma, salah seorang pengelola Pasar Loji mengatakan, para pedagang pindah dari lahan kampus ITB setelah proses sosialisasi. “Relokasi ke bahu dan trotoar jalan Jatinangor-Kiarapayung tersebut memang kurang memadai. Soalnya lahannya cukup sempit,” katanya di kantor Camat Jatinangor, Minggu (8/4).

Uji coba

Menurut Karna, ratusan pedagang dipindahkan ke jalur jalan setelah pintu utama Universitas Padjadjaran sebagai uji coba. “Mereka menempati pasar tumpah tersebut setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB,”terangnya.

Kini kemacetan tak bisa dihindari. “Untuk itu, kami berharap sejumlah pihak, terutama Pemkab Sumedang dan Pemprov Jabar ikut mencarikan solusi dan menyelamatkan pedagang,” katanya.

Kasi Trantib Kec. Jatinangor, Odat Dadang Rosad mengatakan, pihaknya terus berusaha mengoordinasikannya dengan pihak-pihak terkait, termasuk PWJ. “Kemacetan di jalur jalan tersebut, akibat banyaknya pengunjung yang datang ke pasar tumpah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris PWJ, Atep Somantri mengatakan, upaya relokasi Pasar Loji dilakuka secara perlahan. “Cepat atau lambat semua pedagang akan pindah ke lahan khusus, tidak lagi menyemut di badan dan trotoar jalan,” katanya.

Menurut Atep, PWJ yang menangani eks pedagang Pasar Loji Jatinangor berharap sejumlah pihak, terutama pihak ITB, Pemprov Jabar, Pemkab Sumedang, dan Muspika Jatinangor segera berembuk untuk menghasilkan solusi terbaik.

“Bagaimanapun, eks pedagang Pasar Loji merupakan aset Jatinangor dan Kab. Semudang. Kalau benar-benar ditata dengan baik dan profesional, Pasar Loji ini akan jadi pasar wisata. Selain bisa menampung ratusan PKL, nantinya juga akan jadi lokasi wisata yang murah meriah,” katanya.

Diberitakan, keberaaan padagang Pasar Loji di lahan kampus ITB Jatinangor dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan. Untuk itu pihak pengelola ITB Jatinangor mengultimatum agar mereka segera hengkang. Setelah dilakukan musyawarah dengan PWJ, pihak ITB memberikan bantuan Rp 65 juta kepada PWJ untuk biaya relokasi. Namun upaya relokasi tersebut hingga saat ini masih belum jelas.

Sumber : klik-galamedia