Pasien IGD Meningkat Pasca-Lebaran Capai 100%

by -23 views

Pasien IGD Meningkat Pasca-Lebaran Capai 100%

Jatiangorku.com – Pasca-Lebaran 1435 H, kunjungan pa­sien yang dilayani di Instalasi Gawat Da­rurat (IGD) Rumah Sakit Umum Dae­rah (RSUD) Kab. Sumedang, mening­kat dari hari biasanya. Berdasarkan ketera­ngan yang berhasil dihimpun “GM”, Jumat (8/8), kenaikan pasien yang dirawat IGD mencapai 100 persen lebih.

Saat H-7 Lebaran, jumlah kunjungan pasien mencapai 336 orang. Atau rata-rata saat itu, 50 orang per hari. Namun kini setelah Lebaran atau dalam data H+7 jumlah pasiesn yang dilayani IGD mencapai 667 orang. “Jika dipersentasekan, peningkatannya mencapai 116%,” singkat Direktur RSUD Kab. Sumedang, dr. H. Hilman Taufik Ws., M.Kes. di ruang kerjanya.

Menurutnya, kasus penyakit yang ditangani pasca-Lebaran pada umumnya merupakan penyakit dalam. Walaupun begitu, kasus tersebut tidak ada yang menonjol, termasuk akibat keracunan makanan. “Tidak ada kasus yang menonjol. Seperti penyakit akibat keracunan atau sebab lainnya yang diakibatkan mengonsumsi makanan saat Lebaran. Atau pasien yang masuk ke IGD meliputi beberapa kasus, seperti kasus kecelakaan, penyakit dalam, penyakit syaraf, bedah, dan penyakit anak,” tegasnya.

Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas, yang ditangani di IGD, selama musim mudik, mencapai 53 kasus kejadian. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 8 orang di antaranya meninggal dunia. “Dibandingkan tahun lalu, kecelakaan lalu lintas yang dilayani di IGD, terjadi penurunan. Tetapi angka kematiannya meningkat dua orang, yaitu dari tahun lalu enam orang, sekarang delapan orang,” terangnya.

Overkapasitas

Disebutkan Hilman, tingginya angka kunjungan pasien itu, menyebabkan ruang pelayanan IGD menjadi overkapasitas. Untuk itu pihaknya berupaya untuk menambah tempat pelayanan dengan cara meminjam pelbet atau blankar ke PMI Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak 15 buah untuk menambah pelbet yang ada 10 buah.

“Walaupun ruangan IGD dipenuhi pasien hingga melebihi kapasitas, tapi tak sampai harus dirawat ngampar di atas tikar. Semua pasien masih bisa ditangani di atas pelbet,” ujarnya.

Menyikapi keterbatasan ruangan pelayanan IGD itu, pihaknya kini sedang membangun gedung IGD baru tiga lantai. Gedung IGD baru itu bisa menampung pasien 100 orang per hari. Lokasi pembangunannya, di ruangan HD (hemodialisa/ginjal) lama. Sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat senilai Rp 6,1 miliar. Pembangunannya akan rampung Desember nanti.

“Gedung IGD tiga lantai tersebut, masing-masing lantai satu untuk tindakan, lantai dua untuk observasi, dan lantai tiga untuk penanganan intensif. Sehubungan lantai tiga untuk penanganan intensif, akan disediakan ruangan ICU dan dua kamar ope­rasi,” tuturnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/