Pasokan Hewan Kurban Minim

by -83 views

Pasokan Hewan Kurban Minim

Jatinangorku.com – Jelang Iduladha, sejumlah pedagang hewan kurban di Pasar Hewan Tanjungsari, Kab. Sumedang mengeluhkan minimnya pasokan. Kondisi itu, berdampak terhadap kenaikan harga domba dan sapi. Bahkan, persentase kenaikan harga ini dinilai cukup signifikan.

“Harga bibit domba saja kini Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Sementara domba untuk kebutuhan kurban dan akikah Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta,” kata salah seorang pedagang domba, warga Desa Cilayung, Kec. Jatinangor, H. Agus kepada wartawan, Minggu (22/9).

Sementara Dede (46), penjual sapi, warga Kec. Tanjungsari mengaku bingung karena kesulitan mencari hewan ternak untuk utuk dijual di pasar. 

Bahkan, peternak kini mematok harga jual yang tak jauh beda dengan bandar. “Sapi yang kami jual di sini jenis lokalan, simental, limosin, dan peranakan ongole (PO). Harganya antara Rp 15 juta sampai Rp 20 juta/ekor,” kata Dede.

Marakya sapi impor juga sangat berpengaruh terhadap harga jual sapi lokal. Dede menambahkan, sapi lokal kini kurang laku kecuali untuk kurban dan akikah.

Sementara Kepala Sub. Bidang UPTD Pasar Hewan dan Ikan Kab. Sumedang, Tasrifin mengaku Pasar Hewan Tanjungsari hanya tempat transit saja.

Jumlah hewan ternak di pasar (Selasa dan Sabtu) diperkirakan 800 ekor/hari untuk domba dan 200 ekor sapi. “Penjual, didominasi peternak lokal Sumedang dan pembeli di antaranya dari Kab. Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, Garut, Tasik, Majalengka, dan Purwakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan, agar kualitas hewan ternak terjaga, pihaknya selalu mengimbau pedagang untuk tidak menjual hewan yang sakit karena rentan penyakit.

Ia membenarkan pasokan hewan terbatas karena para pedagang kini mulai kesulitan mencari domba dan sapi dari para peternak. “Benar, pedagang kebingungan karena harga dari peternak pun cukup tinggi,” ujarnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com