Pejabat Pemkab Sumedang Demam Off-Road

by -26 views

Jatinangorku.com – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang kini lagi demam off-road. Kini, mobil jenis jeep berpenggerak empat roda, menjadi mainan keseharian mereka.

Pada Sabtu (3/1/2015), Tim off-road pejabat Pemkab Sumedang yang beranggotakan Kepala Dinas Pertanian H. Yosep Suhayat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H. Asep Sudrajat, Asistem Pemerintahan H. Agus Sukandar dan Asisten Administrasi H.R. Dedi Ramdan, serta beberapa off-roader lainnya, bertolak dari Blok Cibubuan Wilayah Kec.Conggeang menuju Blok Cibuluh Kec. Ujungjaya.

Karena semalam wilayah tersebut, diguyur hujan, jalur alam yang harus dilewati sangat sulit sehingga mamacu adrenalin. Terlebih jika jalur tersebut, berada di tepi jurang dan lembah, dengan struktur tanah rawan longsor. Selain itu, mereka masih dihadapkan dengan persoalan yang tak kalah menantang, ketika jalur yang dilaluinya, masuk ke alur sungai.

“Memang tidak ada pilihan lain lagi. Mau tidak mau, kami harus nyemplung ke sungai. Akibatnya, karena medannya selalu dinamis, akibatnya tidak sedit, dari tim kami yang terjebak ke dalam lumpur dan terantuk batu. Jika sudah begitu, terpaksa mobil harus dievakuasi dengan alat derek,” kata H. Yosep.

Oleh sebab itu, rute Blok Cibubuan-Cibuluh yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 2 jam, harus ditempuh dalam 16 jam. “Kami masuk dari Blok Cibubuan sekitar pukul 11.00 WIB (siang kemarin, red) dan baru bisa keluar dari Cibuluh sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari, Minggu (4/1/2015),” ujarnya.

Bahkan lanjut Yosep, saat keluar dari CIbuluh, rangkaian kendaraan jadi tidak utuh. Hal itu, karena ada beberapa mobil yang mengalami gangguan mesin. Di antaranya, mobil milik Asisten Pemerintahan. Mobil tersebut, terpaksa ditinggal di hutan. “Kerusakan mesinnya, sangat parah. Sehingga terpaksa kami tinggal. Rencananya siang ini, baru akan dievakuasi oleh tim mekanik,” ujarnya.

Menurut Yosep, banyak manfaat yang didapat dari olah raga off-road. Salah satunya melatih kekompakan atau kerja sama, dan mengasah kemampuan dalam mengambil keputusan. “Kami diajarkan untuk mengambil keputusan dalam hitungan detik. Salah sedikit saja, perhitungan yang diambil, akibatnya bisa fatal, hingga menyebabkan kecelakaan,” ungkapnya.

Disebutkannya, olah raga of road yang dilakoninya, tidak seperti kebanyakan of roader profesional, yang menggunakan spesifikasi mobil yang tinggi. “Tujuannya juga kan hanya untuk refreshing. Jadi ya, mobil yang kami gunakan juga, berkapasits kecil hanya 1.000 cc. Seperi jenis Jimny,” katanya.

Sumber : http://www.galamedianews.com/