Pelayanan Puskesmas Jatinangor Dikeluhkan

by -1,371 views

Jatinangorku.com – Sebagian warga Kecamatan Jatinangor khususnya pemanfaat layanan Jaminan Kese­hatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Ja­­minan Kesehatan Dae­rah (Jam­kesda) mengeluhkan pela­ya­nan jaminan kesehatan tersebut. Pasalnya, pelayanan bagi rakyat miskin untuk berobat itu realisasinya berujung penolakan dari petugas Pus­kesmas Jatina­ngor, jika pengunjung tak membawa surat rujukan dari dokter.
Oleh karena itu, mereka menilai, program ke­sehatan bagi warga tak mampu tersebut ter­hambat khususnya di Puskes­mas Jatinangor.
Menurut Kepala Desa (Ka­des) Cin­tamulya Kec. Jatina­ngor, Da­dan Wardana melalui Sekre­taris desa (Sekdes), Su­kandar, keha­rusan pengunjung Puskesmas khu­sus pemanfaat program Jam­­kesmas dan Jam­kesda sela­lu membawa surat rujukan da­ri dokter, dinilai warga berlebihan.
Karena, kata dia, seharusnya pihak Pus­kesmas tetap mela­yani pe­ngunjung selain sebelumnya menyosialisasikan kepada ma­syarakat. “Seharusnya, semua pihak ber­pikir secara rasional dan ma­nusiawi saja. Khusus bagi petugas di Puskesmas, tolong mela­yani dulu pengunjung selain membahas persoalan administrasi. Tolong, utamakan du­lu pe­la­yanan dan jangan se­enak­nya pengunjung ditolak begitu saja,” kata Sukandar.
Dikatakan, tak beralasan jika Puskesmas Ja­tinangor menolak pengunjungnya jika hanya karena alasan kekurangan tenaga medis.
Ia kecewa karena pelayanan di Puskesmas Jatinangor dianggap tak memuaskan pengunjung khususnya dalam pela­yanan. “Jatinangor, disebut-sebut sebagai miniatur­nya Indonesia, eta­la­senya Sume­dang, sebagai ka­wasan pendidikan, namun sangat tak sesuai jika layanan kesehatan di Puskesmas pun masih bobrok seperti itu,” tuturnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Puskesmas Jati­nangor, dr. Wara membantah pi­haknya menolak pengunjung khususnya pemanfaat Jam­kes­mas dan Jamkesda.
Ia mengatakan bahwa pela­yanan di Puskesmas Jatinangor tetap berjalan dengan baik dan normal-normal saja.
Akan tetapi, ia membenarkan jika tenaga medis di Puskesmas Jatinangor jumlahnya sedikit dan masih kurang. “Tenaga kita ku­­rang, jika pasien ditangani oleh perawat jus­­tru berisiko. Dan, untuk pelayanan Jas­kes­­mas, BPJS dan Jamkesda itu sebenarnya ka­mi tetap melaya­ninya dengan baik,” katanya.
Pelayanan dan kunjungan op­si­nya tetap diupayakan da­lam jam kerja. Namun kata dia, jika pelayanan dan kunjungan pada pukul 14.00 lebih, maka hanya me­layani palayanan dasar, se­perti diare. Sementara, kata dia, un­tuk penanganan penyakit be­rat seperti jantung, penanganannya di luar kewenangan pihak Puskesmas Jatinangor

Sumber : http://www.kabar-priangan.com/