Pembangunan Jatinangor Abaikan Tata Ruang

by

Pembangunan Jatinangor Abaikan Tata Ruang

Jatinangorku.com – Sejumlah pihak menilai pesatnya pembangunan di wilayah Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, disinyalir tidak disertai konsep tata ruang yang bagus. Akibatnya, banyak pembangunan yang menyalahi aturan dan mengorbankan saluran irigasi. Bahkan, ada lahan persawahan yang habis diuruk dan dijadikan kompleks perumahan.

“Banyaknya bangunan di Jatinangor tidak terlepas dari peran pemerintah yang terlalu mudah memberikan izin kepada investor mendirikan bangunan, tanpa memikirkan dampaknya, baik bagi masyarakat maupun bagi lingkungan,” kata anggota Komisi B DPRD Kab Sumedang, Saepudin, kepada wartawan di Jatinangor, Senin (24/3).

Menurutnya, selain kompleks perumahan, berdiri pula pembangunan apartemen, kos-kosan, dan pertokoan. Padahal, lanjutnya, lahan yang dijadikan pembangunan gedung-gedung tersebut merapakan daerah resapan air. 

“Akibatnya sudah bisa dibaca. Saat hujan turun terjadi banjir karena resapan airnya berkurang,” jelasnya.

Karena longgarnya pemberian izin, lanjut Saepudin, lahan sawah, baik di Kecamatan Jatinangor maupun Kec. Cimanggung, dalam beberapa tahun terakhir mengalami alih fungsi lahan.

“Coba saja lihat, saat ini banyak berdiri pembangunan, seperti apartemen, perumahan, dan kawasan pabrik. Sebelumnya, lokasi yang digunakan untuk pembangunan itu lahan terbuka hijau,” katanya.

Ia menyatakan, pembangunan memang penting, namun pelaksanaannya jangan sampai merusak tata ruang dan lingkungan. Pemerintah juga jangan dengan mudah memberikan izin tanpa mempertimbangkan hal yang lebih berarti bagi masyarakat.

“Saat ini, saya perhatikan pembangunan itu seenaknya saja. Sebenarnya cara itu tidak diperbolehkan,” katanya.

Saepudin pun mencontohkan ada salah satu kawasan pembangunan perumahan di kawasan hijau di Kec. Cimanggung. “Padahal, yang namanya kawasan hijau merupakan daerah resapan air hujan dan tidak boleh digunakan untuk perumahan. Hal itu merupakan bukti adanya alih fungsi lahan hijau menjadi pembangunan perumahan,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/