Pembangunan Kampung Buricak Burinong Dilanjutkan

by -179 views

Pembangunan Kampung Buricak Burinong di Dusun Cisema, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, kembali berlanjut. Pembangunan yang diinisiasi setahun lalu itu, kini dilanjutkan dengan pengecatan atap dan genting rumah dengan cat berwarna- warni.

“Dalam prosesnya, enam bulan pertama kami menyelesaikan pengecatan dinding. Enam bulan terakhir, kami fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kini, memasuki tahun kedua, kami melanjutkan dengan proses pengecatan atap dan genting. Ada 150 rumah yang akan kami cat bersama-sama masyarakat Cisema,” tutur Pembina Yayasan Sumedang Motekar sekaligus Penggagas Kampung Buricak Burinong, Herman Suryatman di Sumedang, Minggu, 29 Juli 2018.

Ia mengatakan, rencana pengecatan 150 atap rumah warga di Kampung Buricak Burinong yang terletak di kawasan Bendungan Jatigede itu, membutuhkan cat sekira 3 ton. Kebutuhan itu, dengan asumsi pengecatan satu atap rumah warga membutuhkan 20 kg cat.

“Jadi, total kebutuhan cat untuk 150 rumah warga diperkirakan mencapai 3.000 kg cat atau sekira 3 ton,” katanya.

Menurut Herman, dari kebutuhan cat sebanyak itu, hingga kini baru tersedia 2 ton cat. Persediaan itu, masing-masing 1 ton dari bantuan CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) salah satu perusahaan, dan dari partisipasi Pemerintah Desa Pakualam.

Kebutuhan 1 ton cat lagi, akan segera dipenuhi dari sumbangan masyarakat lainnya yang peduli terhadap pembangunan Jatigede.

“Harga cat untuk atap lebih mahal ketimbang cat dinding. Proses pengerjaannya pun lebih sulit. Oleh karena itu, perlu persiapan yang matang,” ucapnya.

Pengecatan atap dan genting rumah warga itu, kata dia, akan lebih menguatkan kesan buricak burinong (warna warni) cat rumah di kampung tersebut. Apalagi jika dilihat dari atas atau ketinggian, warna- warni catnya akan tampak semakin kontras.

“Kalau dindingnya saja, warna-warni catnya kurang kelihatan. Apalagi posisi rumah warga di Dusun Cisema seperti terasering, sehingga sebagian warna- warni dinding temboknya ada yang tidak kelihatan. Nah, dengan mengecat atap dan gentingnya, warna- warni catnya akan terlihat lebih jelas dari ketinggian,” kata Herman.

Lebih jauh ia menjelaskan, seperti diketahui, pembangunan Kampung Buricak Burinong merupakan model pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat di kawasan Bendungan Jatigede. Gagasan, perencanaan sampai pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong oleh warga masyarakat.

“Eksekusinya dimulai Juli 2017. Saat itu 150 rumah yang ada di Dusun Cisema dicat warna-warni. Pada pengecatan tahap pertama, menghabiskan cat sekitar 3 ton” tuturnya.

Menanggapi hal itu Kepala Desa Pakualam Yuyud mengaku bersyukur proses pembangunan Kampung Buricak Burinongdibantu oleh para relawan dari berbagai komunitas. Dalam setahun kemarin, masyarakat bersama para relawan bahu membahu melaksanakan beberapa kegiatan.

Seperti halnya pengecatan dinding, pelatihan makanan olahan, penataan warung di pesisir Bendungan Jatigede dan penataan halaman kantor Desa Pakualam.  “Mulai Sabtu kemarin, kami melanjutkan dengan pengecatan atap. Insya Allah pertengahan September, pengecatan atapnya selesai,” katanya.

Ketua BPD Desa Pakualam, Amir Sunarya menambahkan, pengecatan atap dan genting disambut antusias oleh masyarakat Dusun Cisema. Bahkan masyarakat sudah tidak sabar ingin menuntaskan pembangunan Kampung Buricak Burinong tersebut.

“Kalau hanya dinding saja yang dicat, belum terasa buricak burinongnya. Mudah-mudahan dengan mulai dicatnya atap rumah, Kampung Buricak Burinong akan segera terwujud dan desa kami akan ramai dikunjungi wisatawan,” kata Amir

 

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com