Pembangunan Tol Cisumdawu Sudah Berlangsung Ganti Rugi Belum Cair

by -103 views

Pembangunan Tol Cisumdawu Sudah Berlangsung Ganti Rugi Belum Cair

Jatinangorku.com – Megaproyek pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,11 km, hingga Jumat (8/8) masih menghadapi kendala pembebasan lahan. Tol yang membuka akses ke bandara internasional Kertajati di Majalengka itu masih tersendat oleh persoalan persoalan harga ganti rugi tanah.

Sejumlah sumber “GM” di lapangan mengatakan, hingga kini masih belum ada kesepakatan antara keinginan pemilik tanah dengan harga yang diajukan pemerintah. Bahkan, ada tanah milik desa yang sudah digarap oleh proyek tol, tetapi dananya belum cair, antara lain di Desa Pamulihan, Ciptasari, dan Desa Citali, Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang.

Abdullah, warga Jatinangor, mengatakan, pembangunan tol yang masih dalam pembebasan lahan itu di Desa Margaluyu, Cijambu, dan Desa Tanjungsari, Kec. Tanjungsari. “Sementara di wilayah Kec. Sukasari, dikabarkan sudah rampung pembebasannya. Hanya tinggal sisa lahan tambahan yang dikabarkan masih dalam proses pembebasan,” katanya.

Di Kec. Jatinangor, katanya, belum ada pembebasan lahan. Prosesnya pun melibatkan warga dan lembaga pemerintahan karena ada lahan pemerintah dan pendidikan yang terkena proyek tol.

Kepala Desa Ciptasari, Uce mengatakan, aset desa yang belum dibayar di antaranya milik Desa Pamulihan, Desa Citali, dan Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan.

“Aset desa milik desa kami yang belum dibayar berupa jalan, makam, selokan dengan nilai sekitar Rp 500 juta,” katanya.

Kabag Tata Pemerintahan sekaligus Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Sumedang, Deni Tanrus mengungkapkan, ada kelompok masyarakat pemilik bidang tanah yang belum melepas tanah bangunannya untuk pembangunan Tol Cisumdawu.

“Hal ini karena belum ada kesepakatan ganti rugi,” katanya.

Meski demikian, Deni berusaha untuk kerja keras mempercepat proses pembebasan tanah dan bangunan di wilayah yang terkena proyek tol. Sudah cukup luas lahan yang dibebaskan yang saat ini sedang dalam pengerjaan.

“Yang belum dibebaskan, masih dalam tahapan identifikasi tanah, tanaman, dan bangunan untuk kesiapan peta bidang tanah jalan tol,” katanya.

Ingin lebih tinggi

Ia mengungkapkan, dalam proses pembebasan lahan di desa-desa yang akan dilewati jalan tol, masih terkendala kesepakatan harga ganti rugi. “Belum semua pemilik bidang lahan sepakat dengan harga ganti rugi yang ditawarkan oleh tim appraisal,” katanya.

Menurutnya, ada kelompok yang menginginkan harga ganti rugi lebih tinggi. Selain itu, dihadapkan pada masalah lahan yang akan terkena proyek tol, di antaranya fasilitas umum masjid dan musala. Termasuk aset desa, seperti tanah kas, jalan desa, dan saluran. Terkait aset pemerintah, pembebasannya pun melibatkan sejumlah pihak terkait.

Satuan kerja (satker) percepatan pembangunan jalan bebas hambatan, Subagustinus Jaya mengatakan, pembangunan Tol Cisumdawu sebagai upaya pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan wilayah Jawa Barat bagian tengah dan timur.

Selain itu untuk mendukung pembangunan di Cirebon, Indramayu dan Majalengka, dan beberapa perumahan di Kec. Sukasari, Tanjungsari, Pamulihan, Rancakalong dan Kec. Cimanggung.

Menurutnya, pembangunan tol terbagi dalam enam segmen, yaitu Cileunyi-Tanjungsari 9,80 km, Tanjungsari-Sumedang 17,51 km, Sumedang-Cimalaka 3,73 km, Cimalaka-Legok 6,96 km, Legok-Ujungjaya 16,35 km, dan Ujungjaya-Kertajati 4,00 km.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/