Pembangunan Tol Cisumdawu Terus Dikebut

by -18 views

Pembangunan Tol Cisumdawu Terus Dikebut

Jatinangorku.com – Mega proyek pembangunan Tol Cisumdawu yang meliputi Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung hingga Sumedang Dawuan Provinsi Jabar sepanjang 60 km, hingga Jumat (2/5/14) kemarin pembangunannya terus dikebut. Dari mulai pengerjaan pembangunan kontruksi jalan, hingga proses pembebasan lahan milik warga yang terus secara bertahap dilakukan pihak tol.

Seperti halnya pembebasan lahan yang sedang dilaksanakan di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Pembebasan lahan di desa tersebut sudah masuk pada tahap pembayaran, setelah proses pelepasan hak atas tanah milik warga sudah sepenuhnya selesai.

Pembebasan lahan seluas 9 hektare (182 bidang) di desa itu, untuk pengganti jalan desa yang sebelumnya jalan lama terkena pembebasan pembangunan jalan tol. Jalan desa yang terkena pembebasan jalan tol itu merupakan jalan milik Kabupaten Sumedang, yang sehari-harinya digunakan untuk lalulintas warga setempat. Untuk itu, pembebasan lahan milik warga itu untuk menganti Jalan Citali-Pasir Biru sepanjang 300 meter.

Sekretaris Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Ade Tajudin mengatakan, pembebasalan lahan milik warga untuk mengganti jalan desa yang digunakan pembangunan tol sudah selesai. “Semua warga yang tanahnya terkena tol sudah melakukan pelepasan hak. Para pemilik tanah hampir 60 persen sudah dibayar oleh pihak tol dan sisanya sekitar 40 persen masih mengurus administrasi,” kata Ade kepada wartawan di Desa Citali, Selasa lalu.

Menurut Ade, jalan desa sepanjang 300 meter yang terkena pembangunan tol itu, oleh pihak pelaksana pembangunan tol diganti sepanjang 1 km. Sehingga ada penambahan panjang jalur jalan yang dibangun oleh pihak tol dalam menunjang jalur transfortasi warga setempat.

Lebih lanjut Ade mengatakan, pembayaran tanah milik warga itu melalui rekening masing-masing pemilik lahan. “Pembayarannya pun bisa dikatakan lancar dan tidak ada keluhan,” ucapnya.

Sebab, kata dia, sebelum ada pembebasan lahan, baik antara pemilik lahan dengan pihak tol sudah ada kesepakatan harga tanah. Sehingga proses pembebasan lahannya pun berlangsung aman dan kondusif.

Ade menjelaskan, sebelum jalan itu digunakan untuk pembangunan jalan tol merupakan salah satu akses jalan penghubung antara kawasan Desa Citali dengan jalur Jalan Raya Sumedang-Bandung. Dengan adanya pemanfaatan jalan itu, sehingga akses jalan dibuat sedikit berputar dan panjangnya mencapai 1 km.

“Yang jelas jalan lama yang terkena pembebasan jalan tol sudah diganti dengan jalan baru,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/