Pembangunan Waduk Jatigede Masih Bermasalah

by -38 views

Pembangunan Waduk Jatigede Masih Bermasalah

Jatinangorku.com – Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Ira­wan, M.Si. mendesak Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) pembangunan Waduk Jatigede segera menyelesaikan berbagai dampak so­sial di daerah calon genangan. Permin­taan tersebut disampaikan Ade dalam rapat audiensi dengan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Deny Juanda Puradimadja selaku Ketua Samsat Pem­bangunan Waduk Jatigede di ­Ruang Sidang A Kantor Bappeda Jawa Barat, Jln. Ir. H. Djuanda Bandung, Kamis (14/8).

Jika dampak sosial belum bisa terselesaikan, Bupati menyatakan tidak akan menyetujui penggenangan Wa­duk Jatigede, “Dari kondisi eksisting di lapangan, masih ada penduduk atau orang terkena dampak (OTD) pemba­ngunan Waduk Jatigede. Mereka me­nolak penggenangan sebelum masalah mereka selesai. Apalagi banyak diberitakan bahwa waduk akan digenang Oktober ini, sehingga kami butuh kejelasan dari Samsat,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kab. Sumedang, Edi Askhari. Me­nurutnya, audiensi tersebut dilaku­kan setelah adanya informasi rencana penyelesaian proyek pada September-Oktober di akhir masa jabatan Presiden SBY. Hal itu telah menyebabkan munculnya gejolak di masyarakat ka­rena berkembang opini mengenai pengosongan area Waduk Jatigede sese­gera mungkin.

Dijelaskan Edi, dari penjelasan Samsat Waduk Jatigede, penggenangan be­­lum bisa dipastikan, karena masih ba­nyak proses yang harus berjalan. Ter­­masuk penyelesaian ganti rugi dan pe­nanganan dampak sosial yang lainnya.

“Diperoleh juga informasi dari pihak Samsat sebelumnya bersama Gubernur Jawa Barat sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Ekonomi mengenai kepastian penggena­ngan. Hasil koordinasi itu menyatakan tidak dimungkinkan penggenangan dilaksanakan jika kondisi di lapangan belum ,” ujar Edi.

Sesuai aspirasi OTD yang disampai­kan kepada kades beserta camat, lanjut Edi, masyarakat meminta kejelasan langkah pembayaran tanah yang be­lum diterima untuk segera diselesai­kan secepatnya. Namun selama ini be­lum ada kejelasan dari pemerintah mengenai penyelesaiannya, sehingga warga tidak rela meninggalkan lahan yang mereka tempati.

Belum dipastikan

Di tempat terpisah, Sekda Sume­dang, H. Zaenal Alimin menyampai­kan, peresmian Waduk Jatigede pada September-Oktober tidak bisa dilaku­kan karena masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan.

“Mengenai langkah-langkah penyelesaian dampak sosial masih tetap menunggu perpres. Mari bersama-sama membangun komunikasi agar tidak simpang siur. Semoga Waduk Jatigede dapat memberikan manfaat seperti tujuan awalnya. Bukan malah membuat persoalan atau bahkan sampai me­nyeng­sarakan masyarakat,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/