Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Selatan Mulai 2016

by -106 views

Jatinangorku.com – Pemkab Sumedang menargetkan pembangunan jalan lingkar selatan di wilayah Kec. Sumedang Utara dan Sumedang Selatan, mulai tahun 2016.

Mengawali pembangunannya, tahun depan akan dilakukan proses pembebasan lahan. Terlebih proses pembebasan lahan, dinilai bagian yang paling menyulitkan. Bahkan akan memakan waktu yang lama ketimbang pengerjaan fisiknya.

“Pembangunan fisik jalan lingkar selatan akan memakan waktu yang lama, terutama pembebasan lahannya. Untuk mempercepat pengerjaannya, tahun depan sudah mulai pembebasan lahan. Dalam teknisnya, nanti akan dilaksanakan oleh dinas teknis yakni Dinas Pertanahan dan Energi Sumber Daya Mineral,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumedang, Subagio ketika dihubungi di Sumedang, Minggu (22/11/2015).

Menurut dia, proses pembangunan jalan lingkar selatan, hingga kini baru sebatas pengecekan lapangan bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Dari hasil pengecekan, panjang jalan lingkar selatan mencapai 8,6 km. Lebar jalannya dimaksimalkan hingga 12 meter. Hal itu, untuk menyiapkan tumbuhnya pembangunan daerah di sepanjang jalan tersebut, termasuk meningkatnya perekonomian warga sekitar.

Pembangunan jalan tersebut akan melewati beberapa wilayah desa dan kelurahan di Kec. Sumedang Utara dan Sumedang Selatan. Beberapa wilayah yang akan terlewati, seperti Desa Rancamulya, Kec. Sumedang Utara dan Desa Sukajaya, Desa Margalaksana dan Kelurahan Pasanggrahan Baru di Kecamatan Sumedang Selatan.

“Rutenya dari mulai perempatan Rancapurut, Desa Rancamulya, Kec. Sumedang Utara-Kampung Toga di Desa Sukajaya- Desa Margalaksana-Ciguling di Kelurahan Pasanggrahan Baru hingga tembus ke jalan nasional Jalan Bandung-Cirebon, tepatnya di Jalan Pangeran Kornel Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan,” tutur Subagio

Mengingat lebar jalannya dimaksimalkan hingga 12 meter, lanjut dia, sehingga akan memakan biaya pembebasan lahan yang cukup besar. Berdasarkan Detail Enginering Desaign (DED/gambar kerja detail ) tahun 2011 lalu, prediksi biaya pembebasan lahan saat itu ditaksir sekitar Rp 67 miliar. Seiring dengan melonjaknya harga tanah saat ini, sehingga biaya pembebasan lahannya membengkak hingga sekitar Rp 87 miliar.

“Itu yang menjadi kendala kami dalam pembangunan jalan lingkar selatan ini. Akan tetapi, proses pembebasan lahannya kemungkinan akan lebih mudah, karena kondisi tanahnya sebagian besar masih tanah kosong berupa sawah dan ladang. Tidak banyak pemukiman penduduk,” ujarnya.

Subagio mengatakan, pembangunan jalan lingkar selatan, merupakan salah satu dari sembilan program unggulan pasangan Bupati dan Wakil Bupati “HES-Hade” (mendiang Bupati H. Endang Sukandar/HES dan Wabup H. Ade Irawan/Hade periode 2013-2018).

Sepeninggalan Bupati Endang, program tersebut kini diteruskan oleh Bupati non aktif Ade Irawan. Mengingat pembangunan jalan lingkar selatan merupakan program program kerja unggulan bupati, sehingga pembangunannya menjadi prioritas. Akan tetapi, penyelesaiannya kemungkinan besar tidak akan selesai hingga masa akhir jabatan 2018 nanti.

“Walaupun penyelesaian pembangunannya tidak akan terkejar sampai 2018, tapi yang penting ada beberapa kegiatan yang dikerjakan pada masa periode pasangan HES-Hade 2013-2018. Jadi, tidak selesai sampai tahun 2018 juga tak masalah. Nanti bisa diteruskan oleh bupati selanjutnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sumedang, Sujatmoko menyebutkan, proses pembangunan jalan lingkar selatan, kini masih tahap review DED.

Sebab, DED sebelumnya dibuat tahun 2011 sehingga data-datanya perlu penyesuaian dengan kondisi terkini. Contohnya, lebar jalan. Dari DED sebelumnya hanya 6 meter, kini akan diperlebar atau dimaksimalkan menjadi 12 meter.

Secara otomatis kebutuhan anggarannya pun lebih besar lagi. “DED tahun 2011, sudah tidak up to date lagi sehingga perlu penyesuaian. Pembuatan DED baru, diperkirakan bisa selesai 3 bulan dengan biaya Rp 300 juta,” katanya.

Ia menuturkan, untuk teknis pengerjaan fisiknya, dinilai tidak ada masalah. Meski diakui lokasi yang akan dibangun sebagian besar di daerah perbukitan, dinilai tidak terlalu menyulitkan. Selain bisa dilakukan dengan pengikisan tebing, juga dengan teknis urukan tanah untuk mengisi beberapa cekungan.

“Kalau teknis, tidak ada masalah. Yang penting, persedian anggarannya terjamin. Kalau tidak ada hambatan anggaran dan pembebasan lahannya, pengerjaan jalan lingkar selatan bisa selesai paling lambat dua tahun. Berapa kebutuhan anggaran pembangunan fisiknya, nanti bisa dilihat dari DED yang baru. Dalam DED tersebut, selain tercantum Rencana Anggaran Biaya (RAB), juga gambar kontruksi secara lengkap,” kata Sujatmoko.

Ia menyebutkan, jalan lingkar selatan sepanjang 8,6 km dengan lebar 12 meter itu, akan dibangun dua jalur. Setiap jalur, memiliki dua lajur.

Pembangunan jalan lingkar selatan tersebut akan dimaksimalkan guna menyiapkan berkembangnya pembangunan di sepanjang koridor jalan, bertambahnya pemukiman penduduk serta tumbuhnya perekonomian masyarakat.

“Kalau membangun jalan baru, jangan tanggung-tanggung karena pemanfaatannya jangka panjang untuk 100 tahun ke depan. Tidak seperti pembangunan jalan di wilayah perkotaan Sumedang yang rata-rata sempit. Kondisi itu dampak kurang matangnya perencanaan serta tidak memperhitungkan pembangunan secara jangka panjang,” tuturnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/